Bank Sentral Belanda – De Nederlandsche Bank (DNB), memindahkan sebagian cadangan emas dari Amerika Serikat (AS) dan Kanada ke London, Inggris. DNB mengambil langkah tersebut untuk memperkuat ketahanan cadangan negara sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam mengelola aset emas ketika menghadapi kondisi darurat.
London memiliki peran penting sebagai salah satu pusat perdagangan emas dunia. Karena itu, DNB menilai penambahan cadangan emas di London dapat mempermudah bank sentral dalam melakukan transaksi ketika sistem keuangan menghadapi gangguan serius.
Presiden DNB Olaf Sleijpen menjelaskan bahwa relokasi tersebut meningkatkan kemampuan bank sentral untuk memperdagangkan cadangan emas. DNB memang berharap tidak perlu menggunakan aset itu untuk menghadapi krisis. Namun, bank sentral tetap ingin meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul pada masa mendatang.
Belanda Miliki Cadangan Emas 612,4 Ton
Belanda saat ini memiliki sekitar 612,4 ton cadangan emas. Total nilai aset tersebut mencapai sekitar 72,2 miliar euro atau setara kurang lebih Rp1.477 triliun.
DNB menempatkan emas itu di beberapa negara sebagai bagian dari strategi diversifikasi risiko. Strategi tersebut membantu bank sentral mengurangi ketergantungan pada satu lokasi penyimpanan.
Sebelum menjalankan relokasi terbaru, DNB menempatkan 30,8 persen cadangan emasnya di pusat penyimpanan Zeist, Belanda. London menampung sekitar 18,1 persen, sementara New York memegang 31,3 persen. Selain itu, DNB menempatkan 19,7 persen cadangannya di Ottawa, Kanada.
Relokasi terbaru kemudian mengubah komposisi tersebut. DNB meningkatkan porsi cadangan di London menjadi 32,1 persen. Pada saat yang sama, porsi New York turun menjadi 18,5 persen dan Ottawa menjadi 18,5 persen. Sementara itu, porsi cadangan di Zeist tetap mencapai 30,8 persen.
Dengan komposisi baru tersebut, DNB menciptakan penyebaran cadangan yang lebih seimbang di beberapa lokasi strategis.
DNB Gunakan Dua Cara untuk Memindahkan Emas
DNB menggunakan dua metode untuk menjalankan relokasi emas. Metode pertama mengandalkan transaksi jual dan beli. Melalui cara ini, DNB menjual emas dari lokasi asal, lalu membeli emas dalam jumlah setara di lokasi tujuan.
Bank sentral menjual sekitar 59 ton emas yang berada di New York dengan nilai kurang lebih 8,3 miliar dollar AS. Setelah menyelesaikan transaksi tersebut, DNB membeli emas dalam jumlah setara di London.
Langkah ini memungkinkan DNB mengubah lokasi kepemilikan emas tanpa harus mengangkut seluruh aset secara fisik melintasi negara.
Untuk metode kedua, DNB mengandalkan pengiriman fisik. Bank sentral membawa lebih dari 27 ton emas dari Amerika Serikat dan Kanada menuju Zeist. Nilai emas tersebut mencapai sekitar 3,84 miliar dollar AS.
Pada waktu yang sama, DNB mengirim emas dalam jumlah serupa dari Zeist menuju London. Emas asal Zeist tersebut sudah memenuhi standar pasar internasional sehingga dapat masuk ke sistem perdagangan emas global.
DNB menggabungkan kedua metode itu untuk membagi risiko selama proses relokasi sekaligus mengendalikan biaya. Selain itu, pengalaman menggunakan dua mekanisme tersebut dapat membantu bank sentral jika suatu hari harus kembali mengatur perpindahan emas ketika menghadapi situasi krisis.

Ilustrasi emas batangan.
Mengapa DNB Memilih London?
DNB memiliki alasan khusus untuk meningkatkan jumlah emas di London. Kota tersebut merupakan salah satu pusat utama perdagangan emas internasional. Kondisi itu memberikan akses yang lebih baik terhadap pasar apabila bank sentral membutuhkan likuiditas dalam waktu cepat.
Menurut DNB, peningkatan porsi cadangan di London juga memperkuat fungsi emas sebagai jangkar kepercayaan. Bank sentral menganggap emas sebagai aset cadangan penting yang mampu memberikan perlindungan ketika risiko sistemik ekstrem mengancam stabilitas keuangan.
Selain itu, DNB menilai cadangan di New York dan Ottawa tidak memberikan tingkat fleksibilitas yang sama dalam situasi tertentu. Bank sentral membutuhkan akses yang lebih cepat terhadap sebagian asetnya jika sistem keuangan menghadapi gangguan besar.
Meski demikian, DNB tidak menjelaskan secara terperinci jenis risiko sistemik yang menjadi perhatian utama dalam strategi terbaru tersebut.
Ketidakpastian Global Dorong Kesiapan Menghadapi Krisis
Relokasi emas berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Ketegangan perdagangan serta perubahan hubungan antara Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya ikut mewarnai kondisi global.
Situasi tersebut mendorong bank sentral untuk memperhatikan ketahanan aset cadangan mereka. Emas tetap memainkan peran penting karena bank sentral dapat memanfaatkannya sebagai penyimpan nilai ketika pasar keuangan menghadapi tekanan ekstrem.
Meski menambah porsi di London, DNB tidak memusatkan seluruh cadangan emas di satu wilayah. Bank sentral tetap membagi aset tersebut antara Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada.
Strategi diversifikasi itu memungkinkan DNB membagi risiko geografis sekaligus mempertahankan akses ke sejumlah pusat keuangan penting.
Negara Eropa Lain Juga Pernah Memindahkan Emas
Belanda bukan negara Eropa pertama yang mengubah lokasi cadangan emas. Sejumlah negara sebelumnya juga mengambil langkah serupa untuk meningkatkan kendali dan keamanan terhadap aset strategis mereka.
Pada Januari 2026, Banque de France membawa kembali sekitar 129 ton emas dari Federal Reserve Bank of New York ke Perancis. Nilai aset tersebut mencapai sekitar 17 miliar dollar AS.
Jerman juga menjalankan strategi serupa beberapa tahun sebelumnya. Sepanjang 2013 hingga 2017, Jerman membawa lebih dari 600 ton emas dari New York menuju Frankfurt.
Pengamat Frederic Schneider melihat kecenderungan tersebut sebagai bagian dari keinginan sejumlah negara untuk memperoleh kendali fisik yang lebih besar atas cadangan emas masing-masing.
Namun, strategi Belanda memiliki karakter yang sedikit berbeda. DNB tidak hanya ingin meningkatkan kendali atas cadangannya, tetapi juga memperkuat kemampuan untuk mengakses pasar emas dengan cepat.
Karena alasan tersebut, DNB memilih London sebagai lokasi penting dalam komposisi baru cadangan emas negara.
Melalui relokasi ini, DNB berupaya menciptakan keseimbangan antara keamanan, diversifikasi, dan likuiditas. Bank sentral juga meningkatkan kesiapan untuk menghadapi kemungkinan tekanan besar terhadap sistem keuangan pada masa mendatang.
Dengan demikian, emas tetap memegang peran strategis bagi Belanda. Selain berfungsi sebagai aset cadangan, emas membantu bank sentral menjaga kepercayaan dan memberikan perlindungan tambahan ketika ketidakpastian ekonomi global meningkat.