DutaFormasi24.com – Prosesi mitoni atau upacara tujuh bulanan kehamilan menjadi salah satu tradisi Jawa yang masih di jaga hingga kini. Momen sakral ini tidak hanya sarat dengan doa dan harapan bagi calon ibu serta bayi yang di kandung, tetapi juga menjadi ajang menampilkan keindahan budaya melalui busana, tata rias, hingga rangkaian prosesi adat.

Hal tersebut terlihat dalam prosesi mitoni yang di jalani pasangan Rio Haryanto dan Athina di Surakarta. Acara berlangsung dengan nuansa hangat, khidmat, dan penuh makna. Berbagai prosesi adat di jalankan sesuai tradisi Jawa, mulai dari siraman hingga pergantian busana, yang semakin memperkuat nilai budaya dalam perayaan tersebut.

Di tengah rangkaian acara, perhatian publik tertuju pada penampilan Athina. Ia memilih konsep riasan natural dengan sentuhan warna lembut yang mampu menghadirkan kesan elegan tanpa terlihat berlebihan. Pilihan gaya tersebut juga selaras dengan konsep tradisional yang di usung selama prosesi berlangsung.

Riasan Peach Nude Tampilkan Kecantikan Alami Athina

Penampilan Athina di percayakan kepada makeup artist Monika Arum yang mengusung konsep peach nude makeup. Gaya rias ini menonjolkan hasil akhir yang segar, ringan, dan tetap mempertahankan karakter alami wajah.

Complexion di buat tampak halus dengan hasil akhir yang sehat dan bercahaya. Teknik aplikasi makeup yang tipis membuat warna kulit terlihat merata tanpa memberikan efek berlebihan, sehingga wajah tetap tampak natural di berbagai sudut pencahayaan.

Dominasi warna peach nude terlihat pada pemilihan eyeshadow, blush on, hingga lipstik. Kombinasi warna hangat tersebut menciptakan tampilan yang lembut sekaligus memberikan kesan feminin.

Sementara itu, bentuk alis mengikuti garis alami wajah sehingga terlihat lebih proporsional. Eyeliner di aplikasikan secara tipis untuk mempertegas mata, sedangkan bulu mata di buat lentik agar sorot mata tetap hidup tanpa kehilangan nuansa natural.

Sebagai sentuhan akhir, highlighter di aplikasikan secara tipis pada beberapa titik wajah. Teknik ini menghasilkan kilau alami yang memberikan kesan elegan sekaligus membuat keseluruhan riasan tampak lebih menyatu.

Menariknya, penampilan tersebut cukup kontras dengan pengakuan Athina yang sempat mengungkapkan bahwa dirinya sedang malas berdandan. Meski demikian, hasil akhir makeup tetap terlihat sederhana namun berkelas.

Sanggul Tekuk dan Ronce Melati Perkuat Nuansa Tradisi Jawa

Selain riasan wajah, penataan rambut juga menjadi bagian penting dalam keseluruhan penampilan Athina. Ia memilih menggunakan sanggul tekuk, salah satu model sanggul tradisional Jawa yang di kenal memiliki bentuk sederhana namun tetap memancarkan kesan anggun.

Tatanan rambut tersebut di buat rapi dengan proporsi yang seimbang sehingga selaras dengan konsep makeup yang lembut. Kehadiran sanggul tekuk juga memperkuat identitas budaya Jawa dalam prosesi mitoni.

Keindahan tatanan rambut semakin lengkap berkat tambahan ronce melati yang menghiasi bagian belakang sanggul. Aksesori bunga melati merupakan elemen yang hampir selalu hadir dalam berbagai upacara adat Jawa karena melambangkan kesucian, harapan baik, dan doa.

Perpaduan sanggul tradisional dengan untaian melati berhasil menciptakan tampilan klasik yang tetap relevan dengan gaya masa kini. Keseluruhan elemen tersebut menyatu harmonis dengan busana yang di kenakan selama prosesi berlangsung.

Athina tampil anggun dengan makeup peach nude, sanggul tekuk, dan kebaya biru saat prosesi mitoni bersama Rio Haryanto di Surakarta.

Intip penampilan Athina, istri Rio Haryanto di momen Mitoni 7 bulan anak pertama

Busana Bernuansa Biru Hadirkan Kesan Elegan dan Menenangkan

Pada prosesi siraman, Athina mengenakan kain jumputan berwarna biru muda yang di padukan dengan vest ronce. Pilihan warna tersebut menghadirkan kesan lembut sekaligus memberikan nuansa tenang pada keseluruhan penampilan.

Memasuki rangkaian acara berikutnya, ia berganti mengenakan kebaya kutubaru berwarna sky blue yang di padukan dengan kain batik bermotif klasik. Perpaduan tersebut semakin mempertegas karakter budaya Jawa tanpa menghilangkan sentuhan modern.

Siluet kebaya kutubaru memberikan kesan anggun, sedangkan motif batik klasik memperkaya nilai estetika sekaligus memperlihatkan kekayaan warisan budaya Indonesia.

Sementara itu, Rio Haryanto tampil mendampingi sang istri mengenakan beskap berwarna abu-abu yang dipadukan dengan kain batik bernuansa senada. Penampilannya semakin elegan berkat tambahan bros emas di bagian dada sebagai aksen.

Kombinasi warna abu-abu dan biru yang di ilih pasangan ini menghadirkan harmoni yang lembut serta berbeda dari warna-warna tradisional yang umum di gunakan dalam prosesi mitoni. Pilihan tersebut membuktikan bahwa unsur adat dapat di padukan dengan sentuhan modern tanpa mengurangi makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Prosesi Mitoni Tampilkan Harmoni Budaya dan Gaya Modern

Perayaan mitoni Rio Haryanto dan Athina menjadi contoh bagaimana tradisi Jawa dapat tetap di lestarikan dengan sentuhan estetika masa kini. Mulai dari tata rias natural, sanggul tradisional, hingga pilihan busana bernuansa lembut, seluruh elemen berpadu menciptakan penampilan yang elegan sekaligus sarat makna.

Kesederhanaan konsep yang di usung justru menjadi daya tarik tersendiri. Penampilan Athina membuktikan bahwa riasan natural mampu memberikan kesan mewah ketika di padukan dengan busana adat dan tata rambut tradisional. Sementara itu, keharmonisan warna busana pasangan tersebut semakin memperkuat nuansa sakral dalam prosesi mitoni yang menjadi simbol doa dan harapan bagi kehadiran buah hati pertama mereka.