CoolFly Urban – Industri kendaraan udara terus menghadirkan berbagai konsep baru yang sebelumnya hanya terlihat dalam cerita fiksi. Perusahaan asal China, CoolFly, kini memperkenalkan Urban, kendaraan terbang listrik berawak dengan konsep yang tidak biasa. Pengguna mengoperasikan kendaraan tersebut sambil berdiri di atas sebuah platform terbuka.
CoolFly menyebut Urban sebagai kendaraan terbang berawak pertama di dunia yang mengusung posisi berdiri. Konsep ini membuat Urban berbeda dari pesawat konvensional maupun kendaraan electric vertical take-off and landing (eVTOL) yang umumnya menyediakan kursi dan kabin bagi penumpang.
Secara visual, Urban bahkan menghadirkan kesan seperti karpet terbang modern. Pengguna berdiri di bagian tengah kendaraan dan dapat melihat lingkungan sekitar secara lebih leluasa selama penerbangan.
Desain CoolFly Urban Menggunakan Platform Terbuka
CoolFly tidak membekali Urban dengan sayap maupun kokpit tertutup. Produsen tersebut memilih struktur berupa platform datar berdiameter sekitar 3,5 meter dengan bentuk yang menyerupai bunga.
Empat kipas berukuran besar mengisi beberapa bagian platform dan membentuk pola seperti kelopak. CoolFly juga memasang kisi-kisi berbentuk sarang lebah di sekitar kipas untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna.
Sementara itu, area khusus di bagian tengah berfungsi sebagai tempat pilot berdiri. Menurut spesifikasi yang di perkenalkan perusahaan, kendaraan tersebut dapat di gunakan oleh seseorang dengan tinggi maksimal sekitar 1,9 meter dan berat hingga 90 kilogram.
Pengoperasiannya juga di rancang sederhana. Pengguna dapat mengarahkan kendaraan maju atau mundur melalui tuas kontrol. Sementara itu, sebuah tombol tersedia untuk menjalankan proses lepas landas.
Posisi berdiri tanpa kabin tertutup turut memberikan pandangan hingga 360 derajat. CEO CoolFly, Li Wei, mengatakan desain tersebut memungkinkan pengguna menikmati pemandangan tanpa terhalang struktur kokpit.
Teknologi AI Menjaga Keseimbangan Saat Terbang
Menjaga stabilitas menjadi salah satu tantangan penting pada kendaraan terbang dengan posisi pilot berdiri. Gerakan tubuh pengguna dapat mengubah pusat gravitasi sehingga berpotensi memengaruhi keseimbangan kendaraan selama berada di udara.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, CoolFly mengembangkan teknologi pendeteksi gravitasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sensor berpresisi tinggi terus membaca perubahan pusat gravitasi yang terbentuk dari kombinasi kendaraan dan tubuh pilot.
Setelah menerima informasi tersebut, sistem secara otomatis mengatur dorongan rotor untuk mempertahankan keseimbangan. Mekanisme ini dirancang agar pengguna tidak perlu melakukan banyak koreksi secara manual.
CoolFly menggambarkan pengalaman mengendalikan Urban seperti menggunakan skuter listrik dengan teknologi penyeimbang otomatis. Menurut Li Wei, pengguna dapat memahami dasar pengoperasian kendaraan dalam waktu sekitar 10 menit.
Sistem Kontrol Cadangan Tingkatkan Keamanan Urban
Selain teknologi keseimbangan berbasis AI, CoolFly memasang sistem kontrol penerbangan NA80 dual-redundant. Teknologi serupa juga di gunakan pada kendaraan eVTOL CoolFly lainnya, termasuk Dream.
Sistem tersebut mempunyai dua unit kontrol yang beroperasi secara bersamaan. Setiap unit memiliki tiga inertial measurement unit (IMU) kelas penerbangan.
Selama kendaraan beroperasi, kedua sistem terus membandingkan informasi secara real time. Apabila unit utama mengalami masalah, sistem cadangan dapat mengidentifikasi gangguan dan mengambil alih fungsi kontrol dalam hitungan milidetik.
CoolFly turut melengkapi Urban dengan sejumlah perangkat keselamatan pasif. Perangkat tersebut mencakup pakaian penerbangan yang memiliki airbag, parasut untuk kendaraan secara keseluruhan, serta bantalan yang di rancang menyerap benturan.
Pada sisi perlindungan aktif, Urban memanfaatkan teknologi LiDAR dan computer vision. Kombinasi teknologi tersebut membantu kendaraan mengenali berbagai benda di sekitar jalur penerbangan, termasuk kabel listrik dan pepohonan.

Starup China, CoolFly memperkenalkan Urban, sebuah kendaraan terbang berawak yang dirancang dapat dikendarai pengguna dalam posisi berdiri.
Urban Jalani Pengujian dalam Suhu Minus 30 Derajat Celsius
Kemampuan Urban pernah di perlihatkan kepada publik dalam Festival Musim Semi China pada Februari 2026. Saat itu, dua unit Urban membawa penampil terbang di Harbin, Heilongjiang.
Pengujian berlangsung dalam kondisi lingkungan yang cukup ekstrem. Suhu udara mencapai sekitar minus 30 derajat Celsius dengan salju lebat.
Temperatur rendah dapat memberikan tekanan besar terhadap baterai, material kendaraan, hingga perangkat avionik. Karena itu, CoolFly melakukan persiapan lebih dari satu bulan sebelum demonstrasi berlangsung.
Tim perusahaan mengoptimalkan sistem pengelolaan temperatur baterai sekaligus menyesuaikan algoritma kontrol penerbangan. Langkah tersebut bertujuan menjaga kemampuan Urban ketika beroperasi dalam lingkungan bersuhu sangat rendah.
CoolFly menyebut kegiatan di Harbin sebagai demonstrasi publik pertama untuk kendaraan terbang listrik berawak yang beroperasi dekat permukaan tanah dalam kondisi ekstrem tersebut.
CoolFly Bidik Wisata Udara hingga Pasar Internasional
Pengembangan Urban tidak berhenti pada tahap demonstrasi teknologi. CoolFly mulai bekerja sama dengan sejumlah destinasi wisata dan kamp penerbangan di China untuk mengembangkan layanan rekreasi udara pada ketinggian rendah.
Salah satu lokasi yang menjadi tempat pengujian adalah Hangzhou Grand Canal Steelworks Park. Melalui konsep tersebut, pengunjung berpotensi mendapatkan pengalaman melihat kawasan wisata dari udara menggunakan kendaraan listrik berawak.
Sementara untuk pasar internasional, CoolFly memosisikan Urban sebagai kendaraan udara rekreasi pribadi. Konsumen nantinya dapat membeli kendaraan tersebut untuk penggunaan personal dengan tetap mengikuti ketentuan penerbangan yang berlaku di masing-masing wilayah.
Sejumlah dealer dari China maupun pasar internasional juga disebut telah menjalin kesepakatan dengan perusahaan.
Perlindungan Asuransi Mulai Disiapkan
Ekosistem pendukung untuk kendaraan terbang tersebut mulai berkembang. Salah satunya terlihat pada sektor asuransi.
Pada Juni 2026, China Pacific Insurance cabang Shenzhen menyediakan polis perlindungan untuk kendaraan terbang berawak dengan konsep posisi berdiri. Perlindungan itu disebut mencakup beberapa risiko, mulai dari kerusakan kendaraan dan tanggung jawab terhadap pihak ketiga hingga cedera penumpang.
Kehadiran Urban memperlihatkan bagaimana teknologi kendaraan listrik, AI, sensor, dan sistem penerbangan mulai di padukan dalam bentuk transportasi udara yang semakin beragam. Meski penerapannya masih membutuhkan dukungan regulasi dan standar keselamatan yang matang, konsep kendaraan terbang dengan posisi berdiri menawarkan pendekatan baru terhadap mobilitas serta rekreasi udara pada masa mendatang.