UEFA Conference League – Nama Maarten Paes berpeluang menjadi salah satu pemain Indonesia yang mencuri perhatian di kompetisi Eropa musim 2026/2027. Kiper Timnas Indonesia tersebut memiliki kesempatan tampil bersama Ajax Amsterdam dalam fase liga UEFA Conference League.

Ajax sudah memastikan tempat di fase liga setelah melewati perjalanan panjang pada babak kualifikasi. Klub raksasa Belanda tersebut berhasil menyingkirkan FK Vojvodina, Shelbourne FC, hingga FC Sion sebelum mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Keberadaan Paes tentu menambah daya tarik perjalanan Ajax bagi pencinta sepak bola Indonesia. Terlebih, pemain berposisi sebagai penjaga gawang tersebut sudah mendapatkan kesempatan bermain selama fase kualifikasi.

Kini, tantangan yang menanti Ajax semakin berat. Mereka akan berhadapan dengan sejumlah klub dari berbagai kompetisi Eropa pada fase liga UEFA Conference League 2026/2027.

Ajax Hadapi Lawan Berat di UEFA Conference League

Berdasarkan hasil undian, Ajax akan menjalani enam pertandingan selama fase liga. Tiga laga dimainkan di kandang, sedangkan tiga pertandingan lainnya berlangsung di markas lawan.

Untuk pertandingan kandang, Ajax dijadwalkan menghadapi Atalanta dari Italia, Getafe asal Spanyol, serta FC Thun yang mewakili Swiss.

Sementara itu, perjalanan tandang membawa klub Amsterdam tersebut menghadapi FC Midtjylland dari Denmark. Ajax juga harus menyambangi Sint-Truidense atau STVV di Belgia dan Hajduk Split dari Kroasia.

Deretan lawan tersebut membuat perjalanan Ajax tidak bisa dianggap ringan. Atalanta dan Getafe, misalnya, mempunyai pengalaman menghadapi persaingan ketat di kompetisi domestik maupun turnamen antarklub Eropa.

Namun, status Ajax sebagai salah satu klub berpengalaman di Eropa membuat peluang mereka tetap terbuka. Apalagi, klub asal Amsterdam tersebut mempunyai sejarah panjang dalam melahirkan serta mengembangkan pemain berkualitas.

Maarten Paes Sudah Tampil di Babak Kualifikasi

Sebelum memasuki fase liga, Maarten Paes telah memperoleh kesempatan untuk menjaga gawang Ajax dalam perjalanan kualifikasi UEFA Conference League musim ini.

Paes mencatatkan empat penampilan pada babak kualifikasi. Dalam periode tersebut, penjaga gawang berusia 28 tahun itu kebobolan lima gol.

Catatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi Paes sebelum Ajax menghadapi persaingan yang lebih berat. Selain itu, menit bermain di kompetisi Eropa memberikan kesempatan kepadanya untuk menunjukkan kemampuan di bawah mistar.

Meski demikian, persaingan posisi penjaga gawang Ajax tetap menarik untuk diperhatikan. Marc-André ter Stegen menjadi salah satu nama yang berada dalam skuad klub Amsterdam tersebut.

Situasi itu membuat Paes perlu terus memperlihatkan performa konsisten apabila ingin memperoleh menit bermain lebih banyak. Rotasi pemain juga dapat menjadi faktor penting mengingat Ajax harus membagi konsentrasi antara kompetisi domestik dan Eropa.

Maarten Paes bersama Ajax jelang tampil di UEFA Conference League 2026/2027

Maarten Paes dari Ajax saat pertandingan Eredivisie Belanda antara FC Groningen melawan Ajax di Stadion Hitachi Capital Mobility pada 7 Maret 2026 di Groningen, Belanda

Kevin Diks Pernah Tampil Produktif Bersama FC Copenhagen

Sebelum Maarten Paes mendapatkan kesempatan bersama Ajax, Kevin Diks lebih dahulu menunjukkan performa menarik di UEFA Conference League bersama FC Copenhagen pada musim 2024/2025.

Pemain Timnas Indonesia tersebut mencatatkan 15 penampilan di kompetisi itu. Menariknya, Diks yang berposisi sebagai pemain bertahan mampu menyumbangkan enam gol dan satu assist.

Produktivitas tersebut menjadi catatan impresif bagi seorang bek. Dari enam gol yang dicetaknya, lima di antaranya berasal dari eksekusi penalti.

Kemampuan Diks mengambil tendangan dari titik putih membuat kontribusinya tidak hanya terlihat ketika menjaga pertahanan. Ia juga mampu memberikan pengaruh ketika Copenhagen membutuhkan gol.

Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemain Indonesia mampu mendapatkan panggung di kompetisi antarklub Eropa.

Paes Punya Kesempatan Menciptakan Cerita Sendiri

Situasi Maarten Paes tentu berbeda dengan Kevin Diks. Jika Diks memberikan kontribusi melalui pertahanan dan gol, Paes mempunyai tugas utama menjaga gawang Ajax dari kebobolan.

Karena itu, performa Paes nantinya tidak bisa dibandingkan hanya melalui jumlah pertandingan. Jumlah penyelamatan, konsistensi, kemampuan membangun serangan dari belakang, hingga kontribusi dalam pertandingan penting dapat menjadi tolok ukur penampilannya.

Kesempatan tersebut semakin menarik karena Ajax menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Pertemuan menghadapi klub seperti Atalanta dan Getafe dapat menjadi ujian besar bagi lini pertahanan klub asal Belanda itu.

Di sisi lain, perjalanan menghadapi Midtjylland, STVV, serta Hajduk Split juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama karena Ajax harus tampil di kandang lawan.

Jika kembali mendapatkan kepercayaan, Paes memiliki peluang memperpanjang jejak pemain Timnas Indonesia di UEFA Conference League. Pengalaman yang diperolehnya juga dapat memberikan dampak positif ketika kembali memperkuat skuad Garuda di level internasional.

Kini, perhatian akan tertuju pada keputusan tim pelatih Ajax dalam menentukan penjaga gawang untuk pertandingan fase liga. Setelah Kevin Diks pernah mencatatkan penampilan produktif bersama Copenhagen, Maarten Paes memiliki kesempatan menciptakan kisahnya sendiri bersama Ajax di pentas UEFA Conference League 2026/2027.