Asian Games 2026 Aichi-Nagoya – tinggal menghitung hari dan kontingen Indonesia mulai memasuki periode penting sebelum kompetisi berlangsung di Jepang. Para atlet kini mengarahkan perhatian pada kesiapan fisik, waktu istirahat, dan kebutuhan pertandingan setelah menjalani rangkaian persiapan menuju pesta olahraga Asia tersebut.
Kompetisi akan bergulir pada 19 September sampai 4 Oktober 2026. Sebelum keberangkatan kontingen, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menggelar pengukuhan Tim Indonesia di Wisma Serba Guna GBK Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Agenda tersebut sekaligus menandai semakin dekatnya perjalanan para atlet menuju Jepang. Di sisi lain, muncul tantangan di luar arena setelah cuaca ekstrem dan banjir memengaruhi Nagoya. Kondisi itu membuat pihak Indonesia meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mengetahui perkembangan terbaru di lokasi penyelenggaraan.
Atlet Diminta Memusatkan Perhatian pada Kompetisi
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menaruh perhatian pada kesiapan seluruh anggota kontingen menjelang pertandingan. Setelah melewati proses persiapan yang panjang, ia ingin para atlet mengarahkan konsentrasi sepenuhnya pada kompetisi.
Selain kemampuan teknis, kondisi tubuh juga memegang peranan penting ketika jadwal pertandingan semakin dekat. Karena itu, atlet dan ofisial perlu mempertahankan kebugaran serta menjaga semangat selama membawa Indonesia di Asian Games.
Raja Sapta Oktohari juga melihat kehadiran kontingen nasional dari sisi yang lebih luas. Indonesia memang mengejar prestasi melalui pertandingan, tetapi ajang olahraga Asia tersebut sekaligus membuka kesempatan untuk membangun hubungan antarnegeri.
Olahraga dapat menjadi jembatan untuk mempererat persahabatan Indonesia dengan negara lain di kawasan Asia. Hubungan dengan Jepang sebagai negara penyelenggara juga menjadi bagian dari semangat tersebut.
Atas dasar itu, NOC Indonesia berharap atlet mampu memperlihatkan kualitas yang mereka miliki sekaligus menunjukkan kedisiplinan dan semangat perjuangan selama berada di Jepang.
Pemerintah Tangani Persoalan di Luar Arena
Menpora RI Erick Thohir meminta atlet tidak membebani pikiran dengan berbagai persoalan yang berada di luar tanggung jawab mereka sebagai peserta pertandingan.
Ia mengarahkan atlet untuk menjaga pola makan dan waktu istirahat menjelang kompetisi. Dengan persiapan tersebut, mereka dapat mempertahankan kondisi tubuh dan berkonsentrasi memberikan penampilan terbaik saat memasuki arena.
Sementara atlet menangani urusan pertandingan, pemerintah, NOC Indonesia, dan jajaran Chef de Mission (CdM) akan mengurus kebutuhan lain yang berkaitan dengan kontingen.
Koordinasi itu juga menyentuh perkembangan keadaan di Jepang. Pada sehari sebelum pengukuhan Tim Indonesia, Erick Thohir, Raja Sapta Oktohari, serta CdM Todotua Pasaribu bertemu pihak Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, mereka memperoleh penjelasan mengenai alternatif penanganan yang telah pemerintah Jepang persiapkan untuk menghadapi perkembangan keadaan di daerah penyelenggaraan.
Erick menilai langkah antisipasi tersebut menunjukkan perhatian otoritas Jepang terhadap keselamatan masyarakat. Pemerintah Indonesia selanjutnya tetap berkoordinasi agar para atlet dapat menjalankan tugas mereka tanpa harus kehilangan konsentrasi menjelang pertandingan.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi mengukuhkan Tim Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Perkembangan Nagoya Jadi Perhatian Kontingen
Persiapan kali ini tidak hanya menyangkut urusan teknis olahraga. Kondisi Nagoya turut menjadi perhatian setelah banjir dan cuaca ekstrem memengaruhi aktivitas di wilayah tersebut.
CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu menjelaskan bahwa situasi yang terjadi memiliki dampak luas. Gangguan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan olahraga, melainkan juga menyentuh aktivitas masyarakat dan sejumlah layanan publik.
Pemerintah setempat bahkan mengambil langkah pembatasan sementara terhadap berbagai kegiatan di Nagoya sebagai respons atas keadaan yang berkembang.
Tim Indonesia karena itu terus memperoleh pembaruan informasi dari personel yang sudah berada di Jepang. Komunikasi tersebut penting terutama bagi cabang olahraga yang membutuhkan kepastian mengenai fasilitas latihan.
Apabila kondisi di suatu lokasi menghambat kegiatan persiapan, tim perlu mencari alternatif yang memungkinkan atlet tetap menjalani latihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan mereka sebelum pertandingan.
Keselamatan Tetap Menjadi Pertimbangan Utama
Todotua menilai banjir Nagoya sebagai kondisi force majeure. Situasi tersebut muncul di luar rencana penyelenggaraan dan memberikan pengaruh kepada banyak pihak, bukan hanya peserta Asian Games asal Indonesia.
Atas kondisi tersebut, pihak Indonesia memilih terus mengikuti perkembangan dan berkomunikasi dengan otoritas maupun panitia di Jepang. Mereka akan mempertimbangkan situasi aktual sebelum mengambil langkah teknis yang berkaitan dengan kontingen.
Kebutuhan dan keselamatan atlet menjadi dasar dalam menentukan keputusan selanjutnya. Pada saat bersamaan, Indonesia tetap mendukung kebijakan yang otoritas Jepang jalankan untuk menangani keadaan di lapangan.
Dengan pembukaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang dijadwalkan pada 19 September, waktu persiapan semakin terbatas. Para atlet kini dapat memusatkan energi pada latihan, pemulihan kondisi tubuh, dan pertandingan. Sementara itu, pemerintah bersama NOC Indonesia dan jajaran CdM menangani koordinasi di luar arena serta mengikuti perkembangan Nagoya menjelang dimulainya kompetisi.