Beasiswa Mahasiswa Palestina menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Indonesia terhadap pendidikan generasi muda Palestina. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan beasiswa senilai Rp22 miliar kepada mahasiswa Palestina yang belajar di Indonesia. Baznas menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Duta Besar Palestina saat pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026.
Program ini lahir dari kerja sama Baznas, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ketiga lembaga itu mengelola proses rekrutmen sekaligus pembinaan penerima beasiswa. Mereka berharap bantuan ini mampu memperkuat kualitas pendidikan generasi muda Palestina.
Baznas Gunakan Dana Kemanusiaan untuk Pendidikan
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa dana beasiswa berasal dari donasi kemanusiaan masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, Baznas telah menghimpun sekitar Rp200 miliar untuk membantu Palestina.
Baznas kemudian mengalokasikan Rp22 miliar sebagai tahap pertama program beasiswa. Dana tersebut khusus mendukung mahasiswa Palestina yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia.
Sodik menilai besarnya donasi menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Indonesia. Dukungan itu juga memperlihatkan kuatnya solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Melalui program ini, Baznas ingin membantu mahasiswa Palestina menyelesaikan pendidikan. Lembaga itu juga ingin menyiapkan generasi yang mampu membangun negaranya pada masa depan.

Baznas menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa pendidikan senilai Rp 22 miliar bagi mahasiswa Palestina kepada Duta Besar Palestina saat acara pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Baznas Pastikan Dana ZIS Tetap Aman
Baznas memastikan program beasiswa tidak memakai dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kebutuhan dalam negeri. Lembaga itu hanya menggunakan dana kemanusiaan yang sejak awal ditujukan bagi Palestina.
Sodik menegaskan bahwa Baznas tetap menjaga amanah para donatur. Karena itu, seluruh program sosial di Indonesia tetap berjalan menggunakan alokasi ZIS yang telah tersedia.
Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen Baznas dalam mengelola dana secara transparan. Langkah itu juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap setiap program kemanusiaan.
Baznas Siapkan Bantuan Infrastruktur Palestina
Baznas tidak hanya fokus pada sektor pendidikan. Lembaga tersebut juga menyusun rencana bantuan untuk pembangunan infrastruktur di Palestina.
Untuk mendukung rencana itu, Baznas telah berkoordinasi dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Koordinasi tersebut bertujuan memperkuat pelaksanaan berbagai program kemanusiaan.
Sodik optimistis dukungan masyarakat akan terus meningkat. Ia juga yakin organisasi kemasyarakatan dan sektor swasta akan terus menyalurkan bantuan melalui Baznas.
Menurutnya, dukungan yang terus mengalir akan memperluas manfaat bagi masyarakat Palestina.
Pendidikan Jadi Investasi Jangka Panjang
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyambut baik kolaborasi program beasiswa tersebut. Ia menilai pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan Palestina.
Amirsyah menjelaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci kebangkitan sebuah bangsa. Pendidikan memberi kesempatan kepada generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama antara Baznas, MUI, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bertujuan memperkuat kapasitas mahasiswa Palestina. Program tersebut membantu mereka menghadapi berbagai keterbatasan selama menempuh pendidikan.
Melalui beasiswa ini, Indonesia tidak hanya memberikan bantuan kemanusiaan. Indonesia juga berinvestasi pada masa depan Palestina. Dukungan pendidikan diharapkan melahirkan generasi yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan semangat untuk membangun kembali negaranya setelah melewati berbagai tantangan.