Trump Gaza Board Of Peace menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan seluruh kelompok bersenjata di Jalur Gaza melalui lembaga bentukan pemerintahannya. Trump menyampaikan pengumuman itu lewat Truth Social pada Kamis. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah penting untuk membangun pemerintahan baru Palestina dan memulihkan stabilitas kawasan setelah konflik berkepanjangan.
Trump menilai kesepakatan itu membuka jalan menuju pemerintahan Palestina yang baru. Menurutnya, pemerintahan tersebut akan bekerja sama dengan Gaza Board of Peace. Kolaborasi itu bertujuan mempercepat pemulihan masyarakat Palestina sekaligus meningkatkan keamanan kawasan.
Trump Sebut Kesepakatan Menjadi Awal Pemerintahan Baru Palestina
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menjelaskan bahwa kesepakatan itu menjadi fondasi lahirnya pemerintahan Palestina yang akan mengelola Jalur Gaza. Ia juga meyakini kerja sama dengan Gaza Board of Peace mampu mempercepat rehabilitasi wilayah yang rusak akibat perang.
Trump juga menegaskan bahwa Israel akan memperoleh jaminan keamanan melalui mekanisme baru. Menurutnya, Jalur Gaza tidak lagi menjadi lokasi untuk melancarkan serangan terhadap Israel apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Pelucutan Senjata Hamas Berlangsung Bertahap
Trump menjelaskan bahwa proses pelucutan senjata Hamas akan berjalan secara bertahap. Ia mengaitkan langkah tersebut dengan pembahasan gencatan senjata yang dimulai sejak Oktober untuk mengakhiri operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Konflik berkepanjangan telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang besar. Serangan selama berbulan-bulan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina. Konflik itu juga menghancurkan sebagian besar wilayah Jalur Gaza.
Trump menambahkan bahwa Israel akan menarik seluruh pasukannya setelah proses pelucutan senjata selesai. Setelah itu, Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilisation Force akan menjaga keamanan bersama kepolisian baru Palestina.
Trump menilai mekanisme tersebut memungkinkan pemerintahan Palestina menjalankan tugasnya secara penuh dan melayani masyarakat Gaza.

Dompet Dhuafa gulirkan bantuan air bersih untuk masyarakat Gaza, Palestina. Sejak Januari 2026, paralel Dompet Dhuafa terus menyalurkan bantuan dari Masyarakat Indonesia untuk Palestina.
Hamas Belum Memberikan Tanggapan Resmi
Hingga saat ini, Hamas belum menyampaikan tanggapan resmi atas klaim Trump. Namun, Al Jazeera melaporkan bahwa redaksinya telah menerima salinan dokumen yang memuat persetujuan Hamas dan sejumlah faksi Palestina.
Jajaran pimpinan Hamas berada di Kairo, Mesir, sejak akhir pekan lalu. Mereka membahas kelanjutan gencatan senjata bersama mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki.
Seorang pejabat Hamas yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa perundingan bergerak ke arah positif. Menurutnya, seluruh pihak terus mencatat kemajuan sehingga peluang mencapai kesepakatan tetap terbuka.
Pada 6 Juli, Hamas juga mengumumkan pembubaran lembaga pemerintahan yang selama hampir dua dekade mengelola Jalur Gaza. Organisasi itu mengambil langkah tersebut sebagai bentuk komitmen untuk mendukung restrukturisasi pemerintahan Palestina.
Situasi Keamanan di Gaza Masih Memanas
Washington terus menyampaikan optimisme terhadap kesepakatan tersebut. Namun, situasi di lapangan masih belum stabil. Berbagai laporan menunjukkan pelanggaran gencatan senjata masih terus terjadi.
Beberapa laporan menyebut Israel beberapa kali melakukan operasi militer yang memicu ketegangan baru. Operasi tersebut menimbulkan korban jiwa di pihak warga Palestina. Laporan yang sama juga mencatat penyitaan wilayah baru serta pembatasan mobilitas warga dan distribusi barang ke Jalur Gaza.
Pada Kamis, 30 Juli 2026, serangan udara terbaru Israel menewaskan sedikitnya enam warga Palestina. Dua korban merupakan anak-anak.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses penerapan kesepakatan diplomatik masih menghadapi tantangan besar. Situasi keamanan yang belum kondusif terus memengaruhi jalannya negosiasi di antara seluruh pihak.
Dinamika Timur Tengah Terus Berkembang
Konflik Gaza juga memengaruhi dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah. Sejumlah negara mulai mengambil langkah strategis sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan regional.
Arab Saudi membentuk koalisi maritim di Laut Merah untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional. Sementara itu, kepolisian London menangkap puluhan demonstran yang memberikan dukungan kepada kelompok Palestine Action.
Serangan udara Israel juga terus merusak berbagai fasilitas dan infrastruktur di Jalur Gaza. Kondisi itu menunjukkan bahwa proses perdamaian masih membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pihak agar kesepakatan yang sedang dibahas dapat terwujud dan memberi manfaat bagi masyarakat.