Kuliner Indonesia – kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Kali ini, bubur ayam berhasil memperoleh pengakuan sebagai salah satu hidangan berbasis bubur terbaik dunia. Berdasarkan daftar TasteAtlas yang diperbarui pada 15 Agustus 2026, bubur ayam menempati posisi teratas dengan penilaian 4,3.
Pencapaian tersebut semakin menarik karena bukan hanya bubur ayam yang masuk dalam daftar. Dua hidangan manis khas Indonesia turut mendapatkan tempat di antara 50 bubur terbaik dunia. Bubur ketan hitam berada pada urutan ke-21, sedangkan bubur kacang hijau menduduki posisi ke-47.
Masuknya beberapa hidangan tersebut menunjukkan kekayaan kuliner Nusantara yang sangat beragam. Masyarakat Indonesia mengenal bubur dalam berbagai bentuk, mulai dari sajian gurih untuk sarapan hingga makanan manis yang cocok menjadi camilan atau hidangan penutup.
Selain menggunakan beras, sejumlah daerah bahkan mengolah sagu, ketan hitam, kacang hijau, sayuran, dan beragam bahan lokal menjadi bubur. Setiap daerah juga mempunyai racikan bumbu serta cara penyajian yang memberikan karakter tersendiri.
Bubur Ayam Raih Penilaian Tertinggi
Bubur ayam menjadi hidangan Indonesia dengan posisi terbaik dalam daftar TasteAtlas. Sajian populer ini mendapatkan rating 4,3 dan menempati urutan pertama.
Hidangan tersebut dibuat dari beras yang dimasak bersama cairan atau kaldu sampai menghasilkan tekstur lembut dan kental. Penggunaan kaldu ayam turut memberikan cita rasa gurih pada bubur.
Saat disajikan, penjual biasanya menambahkan suwiran ayam dan berbagai pelengkap. Daun bawang, bawang goreng, kacang, telur rebus, serta cakwe menjadi beberapa pendamping yang umum digunakan. Variasi pelengkap dapat berbeda tergantung daerah maupun penjual.
Bubur ayam juga mudah ditemukan sebagai makanan kaki lima di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat umumnya menikmati sajian hangat ini pada pagi hari sebagai menu sarapan.
Bubur Ketan Hitam Hadir dengan Perpaduan Manis dan Gurih
Berbeda dengan bubur ayam, bubur ketan hitam menawarkan karakter rasa yang dominan manis. TasteAtlas memberikan rating 3,6 untuk hidangan tersebut.
Bahan utamanya berupa beras ketan hitam yang di masak sampai teksturnya lunak dan mengental. Gula aren atau gula pasir kemudian memberikan rasa manis yang menjadi ciri khas sajian ini.
Bubur ketan hitam biasanya di lengkapi kuah santan. Rasa santan yang gurih menciptakan keseimbangan dengan manisnya bubur. Hidangan yang disebut berasal dari Jawa tersebut kini dapat di temukan di berbagai wilayah Indonesia.
Cara menikmatinya juga cukup fleksibel. Masyarakat dapat menyantap bubur ketan hitam ketika masih hangat, pada suhu ruang, ataupun setelah didinginkan.
Bubur Kacang Hijau Cocok untuk Berbagai Waktu
Pilihan berikutnya adalah bubur kacang hijau dengan rating 3,2. Hidangan tradisional ini menggunakan kacang hijau sebagai bahan utama.
Kacang hijau di masak hingga empuk sebelum di padukan dengan gula aren dan santan. Kombinasi tersebut menghasilkan tekstur lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih.
Bubur kacang hijau tidak hanya cocok untuk sarapan. Banyak masyarakat menikmatinya sebagai camilan pada sore hari maupun makanan penutup. Beberapa penjual juga menggabungkan bubur kacang hijau dengan ketan hitam.
Variasi lainnya menggunakan tambahan susu kental manis untuk memberikan karakter rasa yang lebih creamy. Beragam cara penyajian tersebut membuat bubur kacang hijau tetap populer di berbagai daerah.

Ilustrasi bubur ayam cirebon.
Papeda Jadi Bubur Sagu Khas Indonesia Timur
Papeda mendapatkan rating 3,0 dan menjadi sajian berbahan sagu dalam rekomendasi tersebut. Hidangan tradisional ini mempunyai hubungan kuat dengan kebudayaan masyarakat Maluku dan Papua.
Proses pembuatannya memanfaatkan tepung sagu yang di campurkan dengan air panas. Pengolahan tersebut menghasilkan tekstur bening, kental, serta lengket yang menjadi karakter utama papeda.
Rasa papeda relatif netral. Karena itu, masyarakat biasanya menyantapnya bersama hidangan dengan bumbu lebih kuat. Ikan kuah kuning menjadi salah satu pendamping yang populer.
Sagu sendiri mempunyai peranan penting sebagai sumber karbohidrat bagi sebagian masyarakat Indonesia timur. Oleh sebab itu, papeda bukan sekadar sajian tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan makan dan kekayaan budaya masyarakat setempat.
Tinutuan Kaya Sayuran dan Bahan Pangan Lokal
Tinutuan atau bubur Manado memperoleh rating 2,6. Sajian ini mempunyai komposisi berbeda di bandingkan bubur ayam karena menggunakan banyak sayuran dan bahan pangan lokal.
Pembuatannya dapat menggunakan nasi yang di masak bersama jagung, ubi, atau singkong. Berbagai sayuran kemudian di tambahkan untuk memperkaya rasa dan teksturnya. Bayam, kangkung, labu, serta daun melinjo termasuk bahan yang sering di gunakan.
Masyarakat Manado umumnya menikmati tinutuan pada pagi hari. Penyajiannya dapat di lengkapi sambal, ikan asin, telur rebus, bawang goreng, maupun ikan cakalang.
Tinutuan telah menjadi salah satu sajian yang identik dengan kuliner Manado. Kawasan Wakeke di Manado juga terkenal sebagai tempat untuk menemukan berbagai penjual bubur khas tersebut, terutama pada waktu pagi.
Nasi Tepeng Tawarkan Cita Rasa Khas Bali
Nasi tepeng melengkapi ragam bubur Indonesia dalam rekomendasi ini. Meskipun tidak tercantum ratingnya, hidangan khas Bali tersebut memiliki karakter yang berbeda dari bubur lainnya.
Kuliner yang populer di wilayah Gianyar ini menggunakan nasi yang di masak sampai mencapai tekstur lembut menyerupai bubur. Berbagai sayuran kemudian di padukan ke dalam sajian tersebut.
Terong, bayam, nangka, hingga daun singkong dapat menjadi bagian dari nasi tepeng. Namun, salah satu karakter terpentingnya berasal dari penggunaan bumbu khas Bali.
Racikan tersebut memanfaatkan beragam rempah, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, cabai, dan serai. Perpaduan rempah memberikan aroma kuat sekaligus cita rasa khas pada nasi tepeng.
Ragam Bubur Menunjukkan Kekayaan Kuliner Nusantara
Enam sajian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia mempunyai tradisi mengolah bubur yang sangat beragam. Setiap daerah memanfaatkan bahan pangan dan rempah lokal untuk menghasilkan karakter rasa yang berbeda.
Bubur ayam menawarkan cita rasa gurih dengan berbagai pelengkap. Sebaliknya, ketan hitam dan kacang hijau menghadirkan pilihan manis. Papeda menunjukkan pentingnya sagu dalam kuliner Indonesia timur, sementara tinutuan menonjolkan sayuran serta bahan pangan lokal. Nasi tepeng kemudian melengkapi keragaman tersebut melalui kekayaan bumbu Bali.
Pengakuan terhadap sejumlah bubur Indonesia dalam daftar TasteAtlas sekaligus memperlihatkan daya tarik kuliner Nusantara di tingkat global. Dari sajian sederhana untuk sarapan hingga makanan tradisional yang berkaitan erat dengan budaya daerah, bubur menjadi bagian penting dari kekayaan gastronomi Indonesia.