Margaret Qualley – kembali menjadi pusat perhatian saat menghadiri pemutaran perdana film The Dog Stars di London, Inggris, Kamis (20/8/2026). Kali ini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada busana sang aktris, tetapi juga alas kaki unik yang melengkapi penampilannya.
Aktris berusia 31 tahun itu datang dengan gaun hitam Chanel yang memiliki aksen rumbai dramatis. Busana tersebut memberikan kesan elegan sekaligus mencolok ketika Qualley berjalan di hadapan kamera.
Namun, ada satu elemen lain yang justru mengundang lebih banyak pembicaraan. Margaret Qualley mengenakan sandal Chanel dengan rancangan tidak biasa. Jika dilihat sekilas, desain sandal tersebut membuat sang aktris tampak seperti berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
Qualley sendiri merupakan salah satu duta Chanel. Karena itu, kehadirannya dengan rancangan eksperimental dari rumah mode tersebut langsung menarik perhatian penggemar fashion. Tidak butuh waktu lama, foto penampilannya pun menyebar dan mengundang beragam komentar di media sosial.
Desain Sandal Chanel Tampilkan Konsep Tidak Biasa
Sandal yang dipakai Margaret Qualley berasal dari koleksi Chanel Cruise 2026/2027. Matthieu Blazy menghadirkan koleksi tersebut pada April 2026 di Biarritz, Perancis.
Berbeda dari sandal pada umumnya, rancangan ini menonjolkan konstruksi yang sangat minimalis. Bagian belakangnya memiliki penutup di sekitar tumit. Kemudian, dua tali berukuran tipis mengelilingi area pergelangan kaki.
Hal yang membuatnya semakin menarik terdapat pada bagian depan. Chanel tidak menghadirkan bentuk sol konvensional yang biasanya menopang seluruh telapak kaki. Akibatnya, jari dan bagian depan kaki pemakainya terlihat terbuka.
Konsep tersebut menghasilkan ilusi seolah seseorang sedang berjalan tanpa alas kaki. Tak mengherankan apabila sandal itu langsung mendapat perhatian sejak pertama kali muncul dalam peragaan koleksi Chanel.
Menurut laporan People, kemunculan Margaret Qualley dengan sandal tersebut kembali membuat desainnya ramai dibicarakan. Bahkan, sejumlah kreator membuat parodi dengan memanfaatkan benda sederhana untuk meniru bentuk alas kaki itu.
Penampilan Margaret Qualley Ramai Dikomentari
Keunikan sandal Chanel juga melahirkan berbagai konten kreatif di media sosial. Berdasarkan pemberitaan People pada Senin (24/8/2026), Angelica Hicks menjadi salah satu kreator yang membuat tiruan desain tersebut.
Hicks menggunakan masker wajah berwarna hitam untuk menciptakan versinya sendiri. Sebelumnya, Remi Bader juga pernah mengikuti tren serupa. Ia memanfaatkan kardus dan tali untuk meniru sandal tersebut setelah desain aslinya terlihat di runway.
Meski banyak orang menganggap bentuknya aneh, tidak semua tanggapan bernada negatif. Kritikus mode Mandy Lee justru menyambut positif keberanian Chanel menghadirkan konsep alas kaki tersebut.
Melalui video TikTok, Lee menyebut kemunculan desain unik itu sebagai kabar menyenangkan bagi penggemar sepatu yang tidak biasa. Ia juga menilai Margaret Qualley berhasil menunjukkan bahwa sandal eksperimental tersebut dapat digunakan di luar panggung peragaan busana.
Penampilan Qualley akhirnya kembali membuka diskusi mengenai hubungan antara kreativitas dan fungsi dalam dunia fashion. Sebuah alas kaki tidak lagi harus mengikuti konstruksi tradisional untuk mendapatkan perhatian publik.

Aktris Margaret Qualley mencuri perhatian di karpet merah pemutaran perdana film ‘The Dog Stars’ di London, Jumat (21/8/2026), saat mengenakan alas kaki kontroversial ‘naked shoe’ rancangan Chanel. Sepatu ekstrem karya Matthieu Blazy ini hanya terdiri dari penutup tumit dan tali pergelangan, sehingga membiarkan seluruh telapak kaki terekspos langsung ke lantai.
Doechii dan Kristen Stewart Juga Pernah Tampil Tanpa Sepatu
Fenomena alas kaki unik di acara bergengsi sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah selebriti sebelumnya pernah membuat keputusan yang tidak kalah berani saat tampil di karpet merah.
Menurut HELLO! Magazine, Doechii memilih tampil tanpa alas kaki ketika menghadiri Met Gala 2026. Saat itu, ia memakai busana Marc Jacobs berwarna merah anggur. Doechii memilih melewatkan penggunaan sepatu untuk mendapatkan kenyamanan lebih.
Kristen Stewart juga pernah mengambil keputusan serupa ketika menghadiri Festival Film Cannes pada 2018. Awalnya, Stewart tiba dengan mengenakan sepatu hak tinggi. Namun, ia kemudian melepaskan sepatu tersebut dan melanjutkan langkahnya di karpet merah tanpa alas kaki.
Momen tersebut langsung mendapat sorotan karena acara formal biasanya identik dengan aturan berpakaian yang cukup ketat.
Sementara itu, Jennifer Lawrence menghadirkan pendekatan berbeda di Cannes pada 2023. Ia memadukan gaun merah dari Dior dengan sandal jepit hitam. Kombinasi tersebut menciptakan kontras antara pakaian formal dan alas kaki yang identik dengan suasana santai.
Crocs Ikut Muncul dalam Penampilan Karpet Merah
Selain sandal jepit dan konsep tanpa alas kaki, Crocs juga pernah hadir dalam sejumlah acara bergengsi. Beberapa selebriti bahkan mengombinasikannya dengan pakaian glamor.
Michelle Yeoh, misalnya, memakai Crocs ketika menghadiri pemutaran perdana Ne Zha II pada 2025. Ia memilih model hasil kolaborasi dengan Simone Rocha yang mendapatkan tambahan detail dekoratif sehingga terlihat lebih mewah.
Brooke Shields juga pernah membawa Crocs ke karpet merah. Pada Tony Awards 2024, ia mengenakan Crocs berwarna kuning cerah yang langsung menciptakan perbedaan mencolok dengan gaya formal acara tersebut.
Berbagai penampilan itu memperlihatkan perubahan cara selebriti memandang alas kaki untuk acara penting. Kenyamanan dan karakter personal semakin mendapatkan ruang di tengah tradisi busana formal.
Sepatu Kini Menjadi Bagian Penting Pernyataan Gaya
Penampilan Margaret Qualley menunjukkan bahwa alas kaki dapat memiliki peran jauh lebih besar daripada sekadar melengkapi busana. Desain yang berbeda justru mampu menjadi elemen utama yang membuat sebuah penampilan terus dibicarakan.
Sandal bergaya “barefoot” dari Chanel menjadi contoh bagaimana rancangan eksperimental dapat berpindah dari runway menuju karpet merah. Kehadiran seorang selebriti juga mampu memperluas perhatian terhadap sebuah desain yang sebelumnya hanya dikenal kalangan fashion.
Di sisi lain, reaksi yang muncul membuktikan bahwa batas antara estetika, kenyamanan, dan fungsi terus berkembang. Sebagian orang mungkin melihat sandal tersebut sebagai eksperimen ekstrem, sedangkan pencinta fashion dapat menganggapnya sebagai bentuk kreativitas.
Margaret Qualley akhirnya berhasil membawa desain unik Chanel tersebut kembali ke pusat percakapan. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pilihan alas kakinya membuktikan bahwa detail sederhana dalam sebuah penampilan dapat menghasilkan pernyataan gaya yang kuat.