Xiaomi Dragonscale Battery –  menjadi langkah terbaru perusahaan teknologi asal China dalam memperkuat aspek keamanan kendaraan elektrifikasi. Xiaomi tidak hanya menyiapkan teknologi baterai baru, tetapi juga merancang skema perlindungan yang memungkinkan konsumen memperoleh kendaraan pengganti jika baterai terbukti menjadi penyebab kebakaran.

Perkembangan tersebut menandai perubahan fokus dalam kompetisi kendaraan listrik di China. Kapasitas besar dan kemampuan menempuh perjalanan jauh tetap penting. Namun, produsen kini juga berusaha meningkatkan sistem keselamatan sekaligus membangun keyakinan konsumen terhadap penggunaan baterai bertegangan tinggi.

Menurut laporan CarNewsChina pada Selasa (8/9/2026), Xiaomi mengembangkan teknologi yang memiliki nama Dragonscale Battery atau Longjia bersama CALB dan Sunwoda. Kedua perusahaan tersebut merupakan produsen baterai asal China.

Xiaomi berencana membawa teknologi itu ke kendaraan dari keluarga Skynomad. SUV dalam lini tersebut akan menjadi kendaraan pertama yang memanfaatkan baterai baru tersebut mulai September 2026.

Xiaomi Fokus Tingkatkan Perlindungan Baterai

Dalam mengembangkan Dragonscale Battery, Xiaomi memberikan perhatian besar terhadap kemampuan sistem dalam merespons potensi gangguan. Perusahaan membekali baterai tersebut dengan mekanisme yang dapat menghentikan tegangan tinggi dalam waktu sangat singkat.

Ketika sistem menemukan kondisi baterai yang tidak normal, mekanisme tersebut dapat segera menghentikan aliran listrik. Respons cepat itu bertujuan membatasi risiko sebelum gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Xiaomi turut menggunakan beberapa lapisan material isolasi sebagai bagian dari rancangan keselamatan Dragonscale Battery. Lapisan tersebut menambah perlindungan pada sistem baterai.

Selain perlindungan fisik, perusahaan memanfaatkan teknologi digital untuk mengawasi kondisi baterai. Xiaomi menggunakan Cloud Battery Management System (Cloud BMS) yang mengandalkan kecerdasan buatan.

Sistem berbasis cloud tersebut memungkinkan pemantauan kondisi sel berlangsung secara berkelanjutan. Dengan dukungan AI, Xiaomi berupaya mendeteksi perubahan atau kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan baterai lebih awal.

Perusahaan menyatakan Dragonscale Battery mampu melampaui beberapa ketentuan keselamatan baterai kendaraan listrik yang berlaku secara nasional di China. Namun, Xiaomi belum membuka informasi lengkap mengenai kapasitas ataupun detail teknis baterai tersebut.

Kebakaran Baterai Bisa Berujung Penggantian Mobil

Selain menawarkan teknologi keselamatan, Xiaomi mengambil pendekatan berbeda melalui program perlindungan bagi pemilik kendaraan. Perusahaan menyiapkan Longjia Battery Peace-of-Mind Program untuk konsumen pertama kendaraan yang menggunakan Dragonscale Battery.

Program itu menawarkan kemungkinan penggantian kendaraan jika hasil pemeriksaan membuktikan bahwa gangguan baterai menjadi penyebab kebakaran.

Pendekatan tersebut berbeda dari pola perlindungan yang umumnya berfokus pada perbaikan atau penggantian komponen melalui garansi. Xiaomi justru menawarkan kendaraan pengganti apabila kasus memenuhi ketentuan program.

Walaupun demikian, perusahaan belum memaparkan seluruh aturan yang akan berlaku. Xiaomi juga belum menjelaskan prosedur pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebakaran berasal dari baterai.

Karena itu, detail mengenai cakupan dan mekanisme program masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari perusahaan.

Xiaomi Dragonscale Battery

Xiaomi Skynomad N70 Max.

Skynomad N90 Jadi Bagian Strategi Xiaomi

Dragonscale Battery akan hadir pertama kali pada keluarga SUV Skynomad. Xiaomi mengembangkan merek tersebut dengan fokus pada kendaraan berukuran besar yang menyasar kebutuhan keluarga.

Skynomad N90 menjadi model pertama dari lini tersebut. SUV dengan konfigurasi tiga baris itu mengusung teknologi range extender atau EREV.

Untuk varian N90 Max, Xiaomi mengeklaim kendaraan mampu mencatat jarak hingga 505 kilometer hanya menggunakan tenaga listrik berdasarkan metode pengujian CLTC.

Kemampuan perjalanan meningkat ketika kendaraan memanfaatkan seluruh sistem penggeraknya. Dalam pengujian dunia nyata dengan baterai dan tangki bahan bakar dalam kondisi penuh, total jarak yang diklaim dapat melewati 1.200 kilometer.

Kehadiran Dragonscale Battery pada keluarga Skynomad sekaligus memperlihatkan upaya Xiaomi memperluas perannya di pasar kendaraan elektrifikasi China.

Keselamatan Menjadi Bagian Penting Persaingan Mobil Listrik

Persaingan baterai kendaraan listrik tidak lagi hanya berkaitan dengan seberapa jauh mobil dapat melaju setelah pengisian daya. Keamanan sistem energi juga menjadi faktor penting karena konsumen membutuhkan perlindungan ketika menggunakan kendaraan dalam aktivitas sehari-hari.

Xiaomi mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui kombinasi perlindungan fisik dan sistem pemantauan digital. Mekanisme penghentian tegangan tinggi memberikan respons terhadap kondisi abnormal, sedangkan isolasi berlapis menambah perlindungan pada baterai.

Pada saat yang sama, Cloud BMS berbasis AI memungkinkan perusahaan mengawasi sel baterai secara berkelanjutan. Xiaomi kemudian melengkapi pendekatan teknologi tersebut dengan skema perlindungan konsumen melalui kemungkinan penggantian kendaraan.

Strategi itu menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar angka jarak tempuh. Xiaomi juga berusaha menjadikan keamanan sebagai salah satu nilai utama dalam pengembangan kendaraan elektrifikasinya.

Namun, efektivitas program perlindungan konsumen akan sangat bergantung pada ketentuan yang nantinya Xiaomi terapkan. Kejelasan mengenai proses verifikasi penyebab kebakaran juga akan menentukan seberapa luas manfaat program tersebut bagi pemilik kendaraan.

Jika Xiaomi menjalankan program itu dengan cakupan yang kuat, Dragonscale Battery dapat membawa unsur baru dalam persaingan kendaraan listrik China. Produsen bukan hanya bersaing melalui kapasitas dan performa baterai, tetapi juga melalui teknologi pencegahan risiko serta jaminan keamanan bagi konsumennya.