Real Madrid secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala mereka, Xabi Alonso. Keputusan tersebut di ambil hanya sehari setelah klub raksasa Spanyol itu mengalami kekalahan dari rival abadinya, Barcelona, pada ajang Piala Super Spanyol. Hasil tersebut di nilai menjadi titik balik bagi manajemen klub dalam mengevaluasi kinerja tim sepanjang musim berjalan.
Meskipun keputusan ini terbilang cepat, Real Madrid menegaskan bahwa pemutusan kontrak di lakukan secara profesional dan penuh pertimbangan. Klub menilai bahwa perubahan di perlukan demi menjaga konsistensi performa dan ambisi jangka panjang tim di berbagai kompetisi.
Pernyataan Resmi Klub dan Penghormatan untuk Alonso
Dalam pernyataan resmi yang di rilis klub, Real Madrid tetap menunjukkan rasa hormat dan penghargaan tinggi terhadap Xabi Alonso. Hal ini tidak terlepas dari status Alonso sebagai salah satu legenda klub yang pernah berjaya sebagai pemain.
Manajemen menyebut bahwa Alonso selalu merepresentasikan nilai-nilai Real Madrid, baik di dalam maupun di luar lapangan. Klub juga menegaskan bahwa hubungan emosional antara Alonso dan Madrid tidak akan pernah terputus, serta membuka pintu bagi kembalinya sang pelatih di masa depan dalam peran apa pun.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keputusan ini bukanlah bentuk pengingkaran terhadap kontribusi Alonso, melainkan murni langkah strategis demi masa depan klub.

Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid setelah hanya 7 bulan menjabat sebagai pelatih kepala; Arbeloa mengambil alih posisinya.
Evaluasi Kinerja Xabi Alonso Selama Menangani Madrid
Xabi Alonso sebenarnya belum genap satu musim penuh menukangi Real Madrid. Namun, selama periode singkat tersebut, performa tim di nilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi manajemen dan para pendukung.
Dalam total 34 pertandingan di seluruh kompetisi, Alonso mencatatkan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan. Secara statistik, catatan ini tergolong cukup solid. Namun, inkonsistensi permainan serta kegagalan dalam laga-laga krusial menjadi sorotan utama.
Di kompetisi La Liga, Real Madrid saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan koleksi 45 poin, tertinggal empat angka dari Barcelona yang memimpin klasemen sementara. Selisih poin tersebut di nilai masih bisa di kejar, namun manajemen tampaknya menginginkan perubahan cepat untuk menjaga peluang juara.
Kekalahan dari Barcelona Jadi Titik Penentuan
Kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol di anggap sebagai momen krusial yang mempercepat keputusan manajemen. Laga tersebut bukan hanya soal hasil, tetapi juga performa tim yang di nilai kurang menunjukkan karakter khas Real Madrid, terutama dalam pertandingan besar.
Bagi klub sekelas Real Madrid, hasil negatif dalam laga prestisius sering kali memiliki dampak besar terhadap evaluasi internal. Oleh karena itu, kekalahan tersebut menjadi pemicu utama di lakukannya perubahan di kursi kepelatihan.
Alvaro Arbeloa Ditunjuk Sebagai Pelatih Baru
Sebagai pengganti Xabi Alonso, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala. Arbeloa sebelumnya menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla dan di kenal memiliki pemahaman mendalam tentang filosofi klub.
Penunjukan Arbeloa di nilai sebagai langkah strategis karena ia merupakan mantan pemain Real Madrid yang memahami tekanan serta tuntutan tinggi di klub. Selain itu, pengalaman menangani tim muda membuatnya di anggap mampu membawa pendekatan segar sekaligus menjaga identitas permainan Madrid.
Harapan Baru bagi Real Madrid
Dengan pergantian pelatih ini, Real Madrid berharap dapat kembali menemukan stabilitas dan meningkatkan performa tim di sisa musim kompetisi. Arbeloa di harapkan mampu membangun kembali kepercayaan diri pemain serta menjaga peluang meraih gelar di berbagai ajang.
Keputusan ini sekaligus menegaskan standar tinggi yang selalu diterapkan Real Madrid, baik terhadap pemain maupun pelatih. Klub menunjukkan bahwa evaluasi kinerja dilakukan secara objektif demi menjaga reputasi dan prestasi di level tertinggi sepak bola Eropa.