Nilai Tukar Rial Iran mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir, seiring dengan meningkatnya ketegangan sosial dan tekanan ekonomi yang terus berlanjut. Dalam kurun dua pekan terakhir, gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi di berbagai wilayah Iran memperparah kondisi perekonomian nasional. Situasi ini berdampak langsung pada stabilitas mata uang, yang kini mencatatkan titik terlemah sepanjang sejarahnya.

Berdasarkan laporan media nasional yang mengutip data pasar valuta asing internasional, nilai tukar rial di pasar terbuka telah menembus angka lebih dari satu juta rial per dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan betapa besarnya tekanan yang di hadapi perekonomian Iran, baik dari faktor domestik maupun global. Penurunan tajam tersebut bukan hanya mencerminkan lemahnya kepercayaan pasar, tetapi juga menggambarkan akumulasi krisis struktural yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Nilai Tukar Rial Iran terhadap Rupiah Indonesia

Jika di bandingkan dengan mata uang Indonesia, posisi rial Iran berada pada level yang sangat rendah. Dalam konversi ke rupiah, satu rial bahkan tidak mencapai setengah rupiah. Secara nominal, satu rial hanya bernilai sekitar Rp 0,01. Kondisi ini memperlihatkan jurang yang cukup lebar antara kekuatan mata uang kedua negara.

Sebagai ilustrasi, kepemilikan 100.000 rial Iran hanya setara dengan kurang lebih Rp 1.500-an dalam mata uang rupiah. Nilai tukar tersebut menunjukkan bahwa daya beli mata uang Iran telah mengalami penurunan yang sangat signifikan. Bagi masyarakat Iran, kondisi ini berarti kebutuhan hidup menjadi semakin sulit di jangkau, terutama untuk barang-barang impor atau komoditas yang mengikuti harga pasar internasional.

Nilai Tukar Rial Iran

Ilustrasi Uang Rial.

Inflasi Tinggi dan Dampaknya terhadap Perekonomian Iran

Salah satu faktor utama yang mendorong jatuhnya nilai rial adalah tingkat inflasi yang sangat tinggi dan berlangsung dalam jangka panjang. Data resmi dari bank sentral setempat menunjukkan bahwa Iran telah mengalami inflasi tahunan rata-rata sekitar 43 persen selama hampir delapan tahun berturut-turut. Tingkat inflasi setinggi ini memberikan tekanan besar terhadap stabilitas harga dan pendapatan masyarakat.

Akumulasi inflasi tersebut menyebabkan harga barang dan jasa melonjak hingga lebih dari 17 kali lipat di bandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kenaikan harga yang masif ini secara langsung menggerus daya beli masyarakat. Bahkan, berbagai proyeksi menyebutkan bahwa mayoritas penduduk Iran mengalami penurunan daya beli yang sangat tajam akibat kombinasi inflasi tinggi dan pelemahan mata uang.

Dampak Pelemahan Rial terhadap Harga Emas

Tekanan ekonomi juga tercermin jelas pada pergerakan harga emas di dalam negeri. Secara global, harga emas memang mengalami tren kenaikan signifikan sejak 2018 hingga 2026. Namun, kenaikan harga emas di Iran terjadi jauh lebih ekstrem akibat depresiasi mata uang nasional.

Harga emas 18 karat di Iran tercatat melonjak dari kisaran sekitar satu juta rial menjadi ratusan juta rial dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan tersebut bukan semata-mata di sebabkan oleh naiknya harga emas dunia, melainkan juga oleh melemahnya nilai rial secara drastis. Akibatnya, emas menjadi salah satu instrumen lindung nilai yang banyak diburu masyarakat Iran untuk mempertahankan nilai kekayaan mereka.

Implikasi Sosial dan Ekonomi Jangka Panjang

Pelemahan nilai tukar rial tidak hanya berdampak pada indikator ekonomi makro, tetapi juga menimbulkan konsekuensi sosial yang luas. Kenaikan harga kebutuhan pokok, menurunnya daya beli, serta ketidakpastian ekonomi berpotensi memperbesar kesenjangan sosial dan meningkatkan ketegangan di tengah masyarakat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi serta memperburuk stabilitas nasional.

Dengan tekanan inflasi yang masih tinggi dan ketidakpastian politik yang belum mereda, tantangan pemulihan ekonomi Iran diperkirakan masih akan berlangsung. Stabilitas mata uang menjadi salah satu indikator kunci yang akan menentukan arah kebijakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat ke depan.