Kota Bandung – kembali bersiap menjadi pusat perhatian pada akhir pekan melalui penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026. Agenda tahunan yang berlangsung pada 10–12 Juli tersebut di proyeksikan menarik kehadiran wisatawan dari berbagai daerah. Sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat hubungan budaya antarnegara Asia dan Afrika.

Festival ini tidak hanya menyuguhkan hiburan berupa pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat nilai sejarah, diplomasi budaya, promosi kopi lokal, hingga semangat inklusivitas. Beragam rangkaian acara telah di persiapkan Pemerintah Kota Bandung bersama komunitas dan pelaku seni agar perhelatan tahun ini tetap memberikan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat maupun tamu internasional.

Simposium Jadi Awal Upaya Pengusulan Jalan Asia Afrika ke UNESCO

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaraan simposium yang membahas perkembangan proses pengusulan Jalan Asia Afrika sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO. Pemerintah Kota Bandung saat ini masih menyelesaikan sejumlah dokumen administrasi yang nantinya akan di sampaikan kepada Kementerian Kebudayaan sebelum di teruskan ke UNESCO.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa proses pengajuan tersebut memerlukan tahapan yang cukup panjang. Karena harus memenuhi berbagai persyaratan yang telah di tetapkan. Pemerintah menargetkan seluruh dokumen dapat di rampungkan dalam beberapa bulan ke depan sehingga proses pengajuan dapat berjalan sesuai jadwal.

Keberhasilan usulan tersebut di harapkan mampu memperkuat posisi Jalan Asia Afrika sebagai kawasan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan diplomasi dunia. Kawasan ini di kenal sebagai lokasi penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang menjadi simbol solidaritas negara-negara berkembang.

Diplomasi Kopi Jadi Salah Satu Daya Tarik Festival

Selain mengangkat nilai sejarah, Asia Africa Festival 2026 juga di manfaatkan sebagai ajang memperkenalkan kekayaan kopi khas Bandung Raya kepada tamu mancanegara. Pemerintah Kota Bandung menjadwalkan jamuan makan malam bersama sekitar 25 duta besar dari berbagai negara Asia dan Afrika sebagai bagian dari agenda diplomasi.

Dalam kesempatan tersebut, para tamu akan diperkenalkan dengan beragam kopi unggulan hasil produksi daerah Bandung dan sekitarnya. Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah Kopi Aroma yang telah lama di kenal sebagai salah satu kopi legendaris di Kota Bandung.

Tidak hanya itu, sejumlah pelaku usaha kopi lokal juga akan turut berpartisipasi untuk memperlihatkan kualitas produk. Sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dari luar negeri. Langkah tersebut di harapkan mampu meningkatkan promosi produk lokal hingga ke pasar internasional.

Suasana pawai budaya dalam rangka Asia Africa Festival 2026 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Asia Africa Festival

History Walk dan Pawai Budaya Meriahkan Festival

Memasuki hari kedua, festival akan di buka melalui kegiatan History Walk yang mengajak peserta menelusuri kawasan bersejarah Kota Bandung. Rute perjalanan di mulai dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka, dua lokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Konferensi Asia Afrika.

Sebelum pawai budaya di mulai, peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya nilai inklusivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Materi tersebut di sampaikan oleh aktivis disabilitas dan lansia sebagai bentuk penguatan pesan bahwa semangat Konferensi Asia Afrika. Tidak hanya berkaitan dengan kerja sama antarnegara, tetapi juga penghormatan terhadap keberagaman dan kesetaraan.

Setelah sesi tersebut selesai, pawai budaya akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan sekitar 30 peserta dari berbagai komunitas seni. Delegasi budaya dari Malaysia juga di jadwalkan tampil untuk memperkenalkan kesenian tradisional sekaligus membangun peluang kolaborasi budaya dengan Kota Bandung.

Beragam Agenda Budaya Hingga Seminar Internasional

Selama tiga hari pelaksanaan festival, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan menarik, mulai dari pertunjukan seni tradisional dan modern, bazar produk kreatif, seminar. Hingga diskusi yang menghadirkan narasumber dari berbagai negara.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah presentasi dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia. Kehadiran perwakilan diplomatik tersebut di harapkan dapat memperkuat hubungan persahabatan sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai isu-isu kerja sama internasional.

Kombinasi kegiatan edukatif dan hiburan menjadi salah satu keunggulan Asia Africa Festival. Pengunjung tidak hanya memperoleh pengalaman wisata, tetapi juga kesempatan memahami sejarah, budaya. Serta nilai kemanusiaan yang menjadi dasar penyelenggaraan festival.

Tetap Berkualitas Meski Mengusung Konsep Sederhana

Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa pelaksanaan Asia Africa Festival tahun ini memang di sesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Kendati demikian, kualitas acara tetap menjadi prioritas melalui keterlibatan seniman, komunitas kreatif, serta pelaku budaya lokal.

Dominasi partisipasi masyarakat Bandung dalam berbagai pertunjukan di harapkan mampu memperlihatkan potensi seni daerah. Sekaligus memperkuat identitas kota sebagai salah satu destinasi budaya di Indonesia.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pemerintah juga telah menyiapkan delapan titik kantong parkir yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Area parkir tersebut berada di Balai Kota Bandung, Taman Dewi Sartika, Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, Bank Bandung Jalan Naripan, basemen Alun-Alun Bandung, lahan eks Palaguna, BJB Syariah Jalan Braga, serta RS Murni Teguh Naripan.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, di harapkan arus kendaraan selama penyelenggaraan festival dapat berjalan lebih tertata. Sehingga wisatawan maupun masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman. Asia Africa Festival 2026 pun di harapkan kembali menjadi momentum penting dalam memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota sejarah, budaya, dan di plomasi di tingkat internasional.