Perkembangan teknologi smartphone terus mengalami transformasi signifikan, tidak hanya dari sisi performa, tetapi juga pada aspek desain dan fungsionalitas perangkat. Salah satu inovasi yang menarik perhatian publik teknologi adalah kehadiran konsep Honor Robot Phone. Sebuah smartphone yang mengintegrasikan mekanisme lengan robotik berupa gimbal kamera yang dapat keluar dari modul kamera belakang. Konsep ini menandai pendekatan baru yang cukup berbeda dari tren ponsel flagship modern yang mengedepankan desain ultra-tipis.

Honor memperkenalkan perangkat ini dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang di selenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat. Meskipun masih berstatus prototipe, kemunculan Honor Robot Phone menunjukkan arah pengembangan teknologi kamera mobile yang semakin kompleks dan futuristik. Sebelumnya, keberadaan perangkat ini telah bocor ke publik sejak Oktober, dan Honor berencana memamerkan versi lanjutan dalam Mobile World Congress (MWC) Barcelona pada Maret mendatang.

Desain Mekanisme Gimbal yang Unik dan Fungsional

Keunggulan utama Honor Robot Phone terletak pada mekanisme kamera gimbal tiga sumbu yang terintegrasi dalam modul kamera belakang. Sistem ini di rancang dengan panel pelindung yang dapat bergeser secara otomatis ke samping, sehingga memungkinkan lengan gimbal keluar dan aktif. Desain tersebut memberi kesan mekanis yang kuat, sekaligus menegaskan bahwa perangkat ini tidak mengutamakan ketipisan bodi, melainkan fungsionalitas kamera.

Gimbal tersebut memiliki karakteristik kerja yang menyerupai perangkat stabilisasi kamera portabel. Dengan rentang gerak yang luas, kamera mampu mengikuti pergerakan objek di sekitarnya secara otomatis. Hal ini memberikan nilai tambah dalam aktivitas fotografi dan videografi, terutama ketika pengguna berada dalam kondisi bergerak.

Honor Robot Phone

Konsep Robot Phone terbaru dari Honor memberikan sesuatu yang dinantikan oleh para penggemar DJI Pocket.

Peningkatan Stabilitas dan Fitur Pelacakan Objek

Salah satu fungsi utama dari kamera gimbal robotik ini adalah peningkatan stabilisasi gambar. Teknologi tersebut di rancang untuk membantu pengguna menghasilkan foto dan video yang lebih stabil tanpa memerlukan perangkat tambahan. Dalam demonstrasi yang di tampilkan, kamera gimbal mampu melakukan pelacakan objek secara aktif, termasuk mengikuti pergerakan manusia di dalam ruangan.

Honor juga mengindikasikan kemungkinan hadirnya fitur lanjutan seperti mode pelacakan bintang atau star tracking mode. Walaupun belum di jelaskan secara rinci, fitur ini mengisyaratkan bahwa perangkat tersebut tidak hanya di fokuskan pada kebutuhan kasual, tetapi juga di tujukan bagi pengguna yang memiliki minat pada fotografi kreatif dan eksperimental.

Fleksibilitas Penggunaan untuk Selfie dan Panggilan Video

Selain di gunakan sebagai kamera utama, gimbal robotik pada Honor Robot Phone juga di rancang untuk mendukung aktivitas selfie dan panggilan video. Mekanisme pelacakan memungkinkan kamera mengikuti pergerakan pengguna secara otomatis, bahkan ketika pengguna berpindah posisi atau berjalan mengelilingi ruangan. Fitur ini berpotensi meningkatkan kenyamanan dalam komunikasi jarak jauh, terutama untuk keperluan profesional seperti konferensi video.

Perangkat ini dapat di gunakan dalam dua orientasi utama, yaitu posisi berdiri tegak dan posisi telungkup. Pada kedua orientasi tersebut, gimbal dapat aktif secara otomatis tanpa memerlukan penyesuaian manual dari pengguna, sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis.

Konfigurasi Kamera Tambahan dan Pendekatan Desain yang Berbeda

Selain kamera gimbal utama, Honor Robot Phone juga di bekali dua kamera tambahan yang di tempatkan di sisi modul robotik. Meskipun spesifikasi resminya belum di ungkap, konfigurasi kamera tersebut di perkirakan mencakup lensa sudut lebar, ultra-lebar, dan telefoto. Kamera tambahan ini berfungsi layaknya kamera smartphone konvensional dan di gunakan untuk pengambilan gambar standar.

Menariknya, ketika gimbal robotik aktif, kamera tambahan tersebut akan tertutup oleh panel pelindung. Hal ini mengindikasikan bahwa kamera gimbal dan kamera tetap tidak di rancang untuk di gunakan secara bersamaan, melainkan saling melengkapi sesuai kebutuhan pengguna.

Tantangan terhadap Tren Smartphone Ultra-Tipis

Keberadaan lengan robotik yang dapat di lipat ke dalam modul kamera belakang secara otomatis membuat Honor Robot Phone memiliki dimensi yang lebih tebal di bandingkan ponsel flagship pada umumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen smartphone cenderung berlomba menghadirkan perangkat dengan desain setipis mungkin. Namun, Honor tampaknya memilih jalur berbeda dengan memprioritaskan inovasi fungsional di bandingkan estetika ketipisan semata.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan smartphone tidak selalu harus mengikuti tren pasar, melainkan dapat menciptakan kategori baru yang menawarkan nilai tambah spesifik. Dengan menggabungkan teknologi robotik dan kamera canggih, Honor Robot Phone berpotensi membuka peluang baru dalam evolusi perangkat mobile di masa depan.