Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi seni berbasis lingkungan. Melalui pertunjukan video mapping bertajuk pohon mendongeng yang di gelar di kawasan Sesar Lembang Kalcer, Cigadung, Bandung, Jawa Barat. Acara yang berlangsung pada Kamis, 8 Januari ini sukses menyuguhkan pengalaman visual yang unik sekaligus edukatif bagi para pengunjung dari berbagai kalangan usia. Pertunjukan tersebut memadukan seni digital, cerita rakyat, dan pesan ekologis dalam satu ruang terbuka hijau yang ramah keluarga.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata. Tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi kreatif untuk menyampaikan pesan penting mengenai hubungan manusia dengan alam. Melalui pendekatan artistik yang imersif, pengunjung di ajak untuk merenungkan kembali peran manusia dalam menjaga keseimbangan bumi.

Sesar Lembang Kalcer sebagai Destinasi Wisata Alternatif

Sesar Lembang Kalcer di kenal sebagai salah satu ruang publik kreatif di wilayah Cigadung yang terus berkembang menjadi destinasi wisata alternatif di Kota Bandung. Lokasinya yang asri dan di kelilingi pepohonan menjadikan kawasan ini cocok untuk aktivitas keluarga, edukasi. Sehingga kegiatan seni dan budaya. Dengan adanya pertunjukan video mapping ini, Sesar Lembang Kalcer semakin menguatkan identitasnya sebagai ruang interaksi antara seni, alam, dan masyarakat.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bandung bersama keluarga, tempat ini menawarkan pengalaman berbeda dari wisata perkotaan pada umumnya. Sehingga pengunjung tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga di suguhi pertunjukan kreatif yang sarat makna dan nilai edukatif.

Mapping Pohon Mendongeng di Bandung

mapping pohon mendongeng manjakan pengunjung di Sesar Lembang Kalcer, Cigadung, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/1).

Kolaborasi Komunitas Kreatif Kota Bandung

Pertunjukan video mapping pohon mendongeng ini merupakan hasil kolaborasi antara Gerakan Sesar Lembang Kalcer dengan berbagai komunitas kreatif di Kota Bandung. Sehinga keterlibatan komunitas lokal menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan acara. Karena menghadirkan sudut pandang seni yang beragam dan berbasis kearifan lokal.

Kolaborasi lintas komunitas ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat pemersatu sekaligus sarana penyampaian pesan sosial dan lingkungan. Sehingga para seniman, pegiat budaya, serta relawan bekerja bersama untuk menciptakan pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna secara filosofis.

Visual Dongeng Melalui Media Pohon

Salah satu daya tarik utama dari pertunjukan ini adalah penggunaan pohon sebagai media utama proyeksi visual. Warna-warni sorotan cahaya di proyeksikan langsung ke batang dan daun pohon, menciptakan efek visual yang memukau dan terasa menyatu dengan alam sekitar. Teknik video mapping ini mengubah pohon menjadi medium cerita yang hidup dan dinamis.

Dongeng kelana yang di tampilkan mengangkat narasi tentang perjalanan manusia dan alam. Serta pentingnya hidup selaras dengan bumi. Cerita di sampaikan secara simbolik melalui visual animasi, cahaya, dan alur narasi yang mudah di pahami oleh pengunjung dari berbagai usia. Sehingga pendekatan ini membuat pesan lingkungan terasa lebih dekat dan emosional.

Pesan Ekologis dalam Balutan Seni Digital

Melalui pertunjukan pohon mendongeng, penyelenggara berupaya menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan cara yang kreatif dan tidak menggurui. Seni digital di gunakan sebagai jembatan komunikasi antara isu lingkungan dan masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Pertunjukan ini mengajak pengunjung untuk menyadari bahwa alam bukan sekadar latar belakang kehidupan manusia, melainkan bagian yang harus di jaga dan di hormati. Dengan mengemas pesan tersebut dalam bentuk dongeng visual, nilai-nilai ekologis dapat di terima dengan lebih terbuka dan menyenangkan.

Penguatan Peran Seni dalam Edukasi Lingkungan

Kehadiran pertunjukan video mapping di ruang terbuka seperti Sesar Lembang Kalcer menunjukkan bahwa seni memiliki peran strategis dalam edukasi lingkungan. Sehingga seni mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan dan membangun kesadaran kolektif tanpa harus melalui pendekatan formal.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga bagian dari pengalaman yang mendorong refleksi tentang hubungan manusia dan alam. Hal ini sejalan dengan upaya menjadikan ruang publik sebagai sarana pembelajaran, rekreasi, dan penguatan nilai-nilai keberlanjutan.

Kesimpulan

Pertunjukan video mapping pohon mendongeng di Sesar Lembang Kalcer Bandung menjadi contoh nyata bagaimana seni, teknologi, dan lingkungan. Sehingga dapat berpadu dalam satu kegiatan yang inspiratif. Dengan melibatkan komunitas kreatif lokal dan memanfaatkan ruang terbuka hijau, acara ini berhasil menghadirkan alternatif wisata edukatif bagi masyarakat dan wisatawan. Lebih dari sekadar hiburan, sehingga pertunjukan ini menegaskan pentingnya hidup selaras dengan bumi melalui pendekatan seni yang inovatif dan bermakna.