Manchester United di perkirakan harus menempuh pendekatan yang penuh kesabaran. Untuk merealisasikan ambisinya mendatangkan gelandang Atletico Madrid, Conor Gallagher, pada bursa transfer musim dingin 2026. Meski ketertarikan terhadap pemain internasional Inggris tersebut cukup kuat, berbagai faktor non-teknis membuat proses negosiasi tidak dapat berjalan cepat.
Sejumlah laporan media Eropa mengindikasikan bahwa Manchester United kemungkinan baru bisa mengambil langkah konkret menjelang akhir Januari 2026. Kondisi ini di pengaruhi oleh sikap Atletico Madrid yang hingga saat ini belum sepenuhnya terbuka terhadap skema transfer yang diinginkan klub asal Inggris tersebut.
Kebutuhan Mendesak di Lini Tengah Manchester United
Di bawah arahan pelatih Ruben Amorim, Manchester United tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi lini tengah mereka. Klub berjuluk Setan Merah itu di yakini membutuhkan setidaknya dua tambahan gelandang untuk meningkatkan keseimbangan permainan, baik dalam fase bertahan maupun menyerang.
Sebelumnya, Manchester United sempat memprioritaskan sejumlah nama dari kompetisi Premier League seperti Elliot Anderson, Carlos Baleba, dan Adam Wharton. Namun, ketiga pemain tersebut dinilai sulit dilepas oleh klub masing-masing pada pertengahan musim, sehingga memaksa manajemen MU untuk mempertimbangkan alternatif lain yang lebih realistis.
Conor Gallagher Masuk Radar, Namun Bukan Prioritas Permanen
Dalam konteks tersebut, nama Conor Gallagher kemudian mencuat sebagai salah satu opsi potensial. Gelandang berusia 25 tahun itu di nilai memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan Manchester United, terutama dari segi intensitas, daya jelajah, dan pengalaman bermain di level tertinggi.
Meski demikian, Manchester United tidak berniat langsung mengajukan tawaran pembelian permanen. Strategi yang di siapkan adalah mengajukan skema peminjaman hingga akhir musim, di sertai opsi pembelian pada bursa transfer musim panas. Pendekatan ini dianggap lebih aman secara finansial sekaligus memberi waktu bagi tim pelatih untuk menilai kontribusi Gallagher secara langsung.
Kendala Finansial dan Sikap Atletico Madrid
Rencana tersebut ternyata tidak mudah di wujudkan. Salah satu kendala utama adalah besarnya gaji Conor Gallagher yang di laporkan mencapai sekitar 230.000 euro per pekan. Angka tersebut di anggap terlalu tinggi bagi klub peminat jika harus di tanggung sepenuhnya dalam status pinjaman.
Oleh karena itu, Manchester United berharap Atletico Madrid bersedia mensubsidi sebagian gaji pemain. Namun, berdasarkan laporan dari berbagai sumber terpercaya, klub asal Spanyol tersebut justru lebih menginginkan penjualan permanen dengan nilai transfer di atas 35 juta euro, ketimbang menyetujui peminjaman.
Sikap tegas Atletico Madrid inilah yang membuat negosiasi berjalan stagnan dalam beberapa pekan terakhir, meskipun minat terhadap Gallagher tetap terbilang besar dari sejumlah klub Eropa.

Pemain Atletico Madrid, Conor Gallagher, kabarnya di minati oleh Manchester United. (JAVIER SORIANO / AFP)
Peluang Terbuka di Akhir Bursa Transfer
Menurut pengamatan sejumlah jurnalis sepak bola, peluang Manchester United untuk merekrut Gallagher masih terbuka, terutama menjelang penutupan jendela transfer Januari. Pada fase tersebut, Atletico Madrid di perkirakan dapat melunakkan pendiriannya jika belum ada tawaran pembelian permanen yang sesuai harapan.
Dalam situasi seperti ini, skema pinjaman dengan opsi pembelian bisa jadi solusi kompromi yang menguntungkan kedua belah pihak. Manchester United mendapatkan tambahan tenaga di lini tengah, sementara Atletico Madrid tetap memiliki peluang melepas sang pemain secara permanen di kemudian hari.
Alternatif Gelandang Selain Conor Gallagher
Meski fokus utama tertuju pada Conor Gallagher, Manchester United tidak sepenuhnya bergantung pada satu nama. Klub juga memantau beberapa gelandang lain, termasuk Joao Gomes dari Wolverhampton Wanderers serta Kees Smit yang tampil konsisten bersama AZ Alkmaar.
Selain itu, nama Ruben Neves dari Al-Hilal juga masuk dalam radar, terutama karena kontraknya di kabarkan akan berakhir pada musim panas mendatang. Opsi ini di anggap menarik dari segi pengalaman dan kepemimpinan di lini tengah.
Kesimpulan
Upaya Manchester United untuk memperkuat lini tengah pada Januari 2026 tampaknya membutuhkan kesabaran dan fleksibilitas strategi. Conor Gallagher memang menjadi salah satu target potensial, namun faktor finansial dan kebijakan klub pemilik membuat proses transfer berjalan kompleks. Dengan tetap membuka opsi alternatif, Setan Merah berusaha memastikan bahwa kebutuhan skuad tetap terpenuhi tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang klub.