Voli Profesional Indonesia pada kompetisi domestik Proliga 2026 menarik untuk di kaji dari perspektif pengembangan karier atlet dan dinamika liga profesional. Salah satu atlet yang tidak tercatat sebagai peserta Proliga 2026 adalah Doni Haryono. Pemain voli putra nasional yang selama beberapa tahun terakhir menunjukkan performa konsisten baik di level klub maupun tim nasional. Selain Doni, atlet lain seperti Rivan Nurmulki dan Farhan Halim juga tidak berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Keputusan Doni Haryono untuk tidak tampil di Proliga 2026 berkaitan dengan komitmennya memperkuat klub luar negeri. Yaitu Nakhon Ratchasima VC, pada kompetisi Liga Voli Thailand musim 2025/2026. Hal ini mencerminkan tren meningkatnya mobilitas atlet Indonesia ke liga regional Asia Tenggara sebagai upaya peningkatan kualitas kompetitif dan profesionalisme karier.

Peran Liga Voli Thailand dalam Pengembangan Karier Atlet

Liga Voli Thailand di kenal memiliki struktur kompetisi yang relatif stabil, sistem pembinaan klub yang berkelanjutan, serta tingkat persaingan yang tinggi. Nakhon Ratchasima VC, sebagai salah satu klub dominan. Sehingga berhasil menjuarai kompetisi musim sebelumnya setelah mengalahkan Diamond Food VC dalam pertandingan final yang berlangsung ketat hingga lima set.

Keberhasilan tersebut menunjukkan kualitas teknis dan taktis yang di miliki klub, sekaligus memberikan lingkungan kompetitif yang kondusif bagi pengembangan atlet asing. Bagi Doni Haryono, keterlibatan berkelanjutan di liga ini memungkinkan peningkatan aspek performa seperti konsistensi teknik. Pengambilan keputusan dalam pertandingan, serta adaptasi terhadap gaya bermain internasional.

Jadwal Kompetisi dan Tantangan Musim 2025/2026

Pada awal musim Liga Voli Thailand 2025/2026, Doni Haryono di jadwalkan memulai kompetisi bersama Nakhon Ratchasima VC dengan menghadapi Muangphon VC. Pertandingan pembuka ini memiliki signifikansi strategis karena menjadi tolok ukur kesiapan tim dalam mempertahankan status juara bertahan.

Pertandingan lain yang memiliki nilai kompetitif tinggi adalah pertemuan antara Nakhon Ratchasima VC dan Diamond Food VC, klub yang kini di perkuat oleh Rivan Nurmulki. Selain itu, pertandingan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang persaingan antarklub papan atas. Tetapi juga memperlihatkan kontribusi atlet Indonesia dalam konteks kompetisi internasional regional.

Voli Indonesia

Doni Haryono Bawa Nakhon Sabet Hat-trick Juara Liga Voli Thailand.

Faktor Kondisi Fisik dan Riwayat Cedera

Aspek kondisi fisik menjadi salah satu variabel penting dalam pengambilan keputusan karier Doni Haryono. Atlet ini sebelumnya mengalami cedera bahu yang berdampak pada partisipasinya dalam beberapa agenda internasional. Termasuk keterbatasan menit bermain pada SEA V League 2025 yang di gelar di Filipina.

Selain itu, Doni tidak terlibat dalam skuad Indonesia pada SEA Games 2025. Padahal, secara historis, ia merupakan salah satu kontributor utama tim nasional sejak debutnya pada SEA Games 2017 dan berperan dalam keberhasilan Indonesia meraih medali emas pada edisi 2019, 2021, dan 2023. Sehingga kondisi ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kompetisi dan pemulihan cedera menjadi pertimbangan utama dalam keberlanjutan karier atlet.

Struktur Kompetisi Liga Voli Thailand 2025/2026

Liga Voli Thailand musim 2025/2026 di ikuti oleh delapan klub yang bersaing dalam format dua putaran babak reguler. Setiap tim melakoni tujuh pertandingan pada masing-masing putaran. Empat tim dengan peringkat tertinggi berhak melaju ke fase final round robin.

Pada fase ini, seluruh tim saling berhadapan untuk menentukan posisi klasemen akhir yang menjadi dasar penentuan semifinal. Sistem ini di rancang untuk meningkatkan intensitas kompetisi serta memastikan bahwa tim yang lolos ke fase gugur memiliki konsistensi performa yang memadai sepanjang musim.

Kesimpulan

Absennya Doni Haryono dari Proliga 2026 tidak dapat di pahami semata-mata sebagai pengurangan partisipasi atlet pada kompetisi domestik. Melainkan sebagai strategi pengembangan karier profesional yang berorientasi internasional. Keterlibatannya secara berkelanjutan di Liga Voli Thailand memberikan manfaat dalam aspek peningkatan kualitas permainan. Manajemen kondisi fisik, serta eksposur kompetitif. Dalam jangka panjang, pengalaman ini berpotensi memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas voli Indonesia secara keseluruhan.