Gedung Dokabu, yang memiliki kepanjangan Dokter Kabupaten, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Keberadaan gedung ini tidak hanya menjadi saksi perkembangan pelayanan kesehatan daerah, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan pemerintahan Indramayu sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Hingga kini, Gedung Dokabu masih terawat dengan baik dan tetap di fungsikan, meskipun telah mengalami perubahan peran sesuai dengan kebutuhan zaman.

Secara geografis, Gedung Dokabu terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu. Lokasi ini tergolong strategis karena berada di pusat aktivitas pemerintahan dan sosial masyarakat. Berdasarkan catatan sejarah, usia gedung ini di perkirakan telah mencapai sekitar 73 tahun, mengingat pembangunannya di lakukan tidak lama setelah Indonesia meraih kemerdekaan. Pada masa tersebut, pembangunan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Peran Awal Gedung Dokabu dalam Pelayanan Kesehatan

Pada awal berdirinya, Gedung Dokabu berfungsi sebagai pusat aktivitas dokter-dokter yang bertugas di wilayah Indramayu. Gedung ini menjadi tempat koordinasi sekaligus kantor pelayanan kesehatan bagi para tenaga medis. Peran tersebut menjadikan Gedung Dokabu sebagai fondasi awal terbentuknya sistem kesehatan daerah yang lebih terorganisasi.

Menurut catatan sejarah yang di himpun oleh pemerhati sejarah lokal, gedung ini mengalami masa kejayaan sekitar tahun 1953. Pada periode tersebut, Gedung Dokabu menjadi pusat layanan kesehatan yang cukup vital bagi masyarakat Indramayu. Keberadaannya turut membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat pasca-kemerdekaan.

Gedung Dokabu Indramayu

Menelusuri Sejarah Gedung Kesenian Mama Soegra Indramayu yang Dulunya Bernama Dokabu 1953.

Transformasi Fungsi Gedung dari Masa ke Masa

Seiring berjalannya waktu, fungsi Gedung Dokabu terus mengalami penyesuaian. Pada sekitar tahun 1957, gedung ini sempat di gunakan sebagai pusat kegiatan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Gedung Dokabu tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan umum, tetapi juga menjadi bagian dari program peningkatan kesejahteraan keluarga.

Perkembangan berikutnya terjadi pada tahun 1958, ketika di kawasan Gedung Dokabu di bangun Djawatan Kesehatan Ibu dan Anak. Fasilitas ini secara khusus di tujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, yang pada masa itu menjadi kelompok prioritas dalam upaya penurunan angka kematian dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi pelengkap penting, mengingat layanan rumah sakit pada masa kolonial sebelumnya masih terbatas.

Hubungan Gedung Dokabu dengan Sejarah Rumah Sakit Indramayu

Pada periode yang sama, Indramayu sebenarnya telah memiliki rumah sakit yang berdiri sejak sekitar tahun 1912. Namun, pada awal pendiriannya, rumah sakit tersebut hanya di peruntukkan bagi kepentingan tentara Belanda. Baru pada tahun 1958, fasilitas tersebut di ambil alih dan di alihfungsikan menjadi rumah sakit umum daerah yang dapat di akses oleh masyarakat luas.

Dalam konteks tersebut, Gedung Dokabu dan Djawatan Kesehatan Ibu dan Anak berperan sebagai penunjang penting pelayanan kesehatan masyarakat. Kedua fasilitas ini saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan kesehatan warga Indramayu pada masa transisi dari pemerintahan kolonial ke pemerintahan nasional.

Perkembangan Lembaga Kesehatan dan Kependudukan

Memasuki tahun 1968, Gedung Dokabu kembali mengalami perubahan fungsi dengan di gunakan sebagai Lembaga Keluarga Berencana Nasional. Perubahan ini mencerminkan fokus pemerintah pada isu kependudukan dan perencanaan keluarga yang mulai menjadi perhatian nasional. Pada era 1970-an, lembaga tersebut kemudian bertransformasi menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Setelah melalui berbagai fase tersebut, Gedung Dokabu akhirnya di fungsikan secara resmi sebagai Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu. Dalam perannya ini, Gedung Dokabu menjadi pusat administrasi dan perumusan kebijakan kesehatan daerah selama bertahun-tahun.

Alih Fungsi Menjadi Panti Budaya

Pada tahun 2014, Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu di pindahkan ke lokasi baru di Jalan MT Haryono. Sejak saat itu, Gedung Dokabu tidak lagi di gunakan sebagai kantor pemerintahan kesehatan. Namun demikian, gedung ini tetap di jaga dan di manfaatkan dengan dialihfungsikan menjadi panti budaya.

Alih fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi Gedung Dokabu sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya lokal. Dengan tetap mempertahankan bentuk arsitektur aslinya, Gedung Dokabu kini berperan sebagai simbol kesinambungan antara sejarah kesehatan, pemerintahan, dan budaya masyarakat Indramayu.

Kesimpulan

Gedung Dokabu merupakan salah satu aset bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan pelayanan kesehatan di Kabupaten Indramayu. Transformasi fungsi gedung ini dari kantor dokter, pusat kesehatan ibu dan anak, lembaga keluarga berencana, hingga panti budaya menunjukkan kemampuan adaptasi warisan sejarah terhadap kebutuhan zaman. Keberadaan Gedung Dokabu tidak hanya bernilai historis, tetapi juga menjadi identitas budaya yang patut di lestarikan bagi generasi mendatang.