Paris Baguette – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Paris Baguette Indonesia menghadirkan sebuah terobosan kuliner. Melalui peluncuran konsep menu tematik bertajuk Pasar Bedug. Konsep ini secara resmi di perkenalkan pada awal Februari dan menjadi wujud adaptasi budaya lokal Indonesia yang di padukan dengan karakter bakery café modern khas Korea. Sehingga melalui pendekatan tersebut, Paris Baguette berupaya menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya bersifat kuliner. Tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan dan nostalgia Ramadan.
Pasar Bedug sebagai Representasi Budaya Takjil Nusantara
Pasar Bedug merupakan gambaran tradisi masyarakat Indonesia dalam mencari takjil menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas ini telah menjadi fenomena sosial yang identik dengan Ramadan, di mana interaksi, kebersamaan, dan keberagaman kuliner lokal bertemu dalam satu ruang. Paris Baguette mengadaptasi konsep tersebut ke dalam format bakery café modern dengan menghadirkan suasana bazaar tematik yang tertata rapi, higienis, serta tetap mengedepankan estetika visual.
Melalui kurasi menu yang terinspirasi dari jajanan pasar dan hidangan berbuka puasa khas Indonesia. Paris Baguette mengombinasikan kekayaan rasa lokal dengan standar kualitas internasional. Sehingga pendekatan ini menunjukkan upaya pelestarian cita rasa tradisional melalui inovasi produk yang relevan dengan gaya hidup konsumen urban masa kini.
Ragam Donat Lokal dengan Sentuhan Modern
Salah satu sorotan utama dalam koleksi Pasar Bedug adalah kehadiran berbagai varian donat bercita rasa tradisional. Donat ini di rancang menyerupai roti goreng dengan karakter tekstur renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Beberapa varian yang di hadirkan antara lain donat bakwan udang, donat rogut ayam, donat roti bakso, donat pisang goreng madu, donat koci kelapa nangka, serta donat wedang ronde.
Keunikan donat bakwan udang terletak pada perpaduan rasa gurih bawang dan udang yang berpadu dengan saus kacang manis. Menciptakan sensasi menyerupai gorengan tradisional namun dalam bentuk donat modern. Sementara itu, donat wedang ronde menawarkan pengalaman rasa yang berbeda melalui isian krim jahe dan potongan mochi. Yang memberikan kesan hangat dan aromatik layaknya minuman tradisional wedang ronde.

Aneka Menu Ramadan Baru di Paris Baguette.
Menu Utama Ramadan dengan Cita Rasa Nusantara
Selain camilan, Paris Baguette juga memperkenalkan menu makanan utama khusus Ramadan yang di rancang untuk memenuhi kebutuhan iftar. Menu tersebut meliputi nasi mangut cakalang asap serta nasi ayam sambal kacang kecombrang. Kedua hidangan ini menonjolkan kekayaan rempah dan karakter rasa khas Indonesia. Sekaligus di sajikan dengan presentasi modern yang konsisten dengan identitas merek.
Kehadiran menu makanan berat ini memperluas pengalaman berbuka puasa di Paris Baguette, menjadikannya tidak hanya sebagai tempat menikmati kudapan. Tetapi juga sebagai destinasi makan lengkap selama Ramadan.
Hidangan Penutup dan Produk Berbagi Ramadan
Sebagai penutup, Paris Baguette menghadirkan panna cotta royal podeng yang memadukan royal pudding khas bakery tersebut dengan elemen tradisional seperti santan, pandan, irisan kelapa. Serta potongan kue kenyal berbahan tepung hunkue. Perpaduan ini menghasilkan tekstur lembut dan rasa yang harmonis, mencerminkan adaptasi dessert modern terhadap cita rasa lokal.
Selain menu individual, koleksi Ramadan ini juga di lengkapi dengan produk berbagi. Seperti martabak royal whole cake yang di rancang untuk di nikmati bersama keluarga atau di jadikan hampers. Paris Baguette turut menghadirkan berbagai pilihan parsel Ramadan yang mencakup donut hampers, cheese tart selections, bread assortments. Hingga pudding-based gift set dengan kemasan premium.
Strategi Pengalaman Konsumen Selama Ramadan
Melalui konsep Pasar Bedug, Paris Baguette tidak hanya menawarkan variasi menu, tetapi juga membangun pengalaman konsumen yang selaras dengan nilai Ramadan. Penyediaan paket iftar, menu berbagi. Serta hampers menunjukkan strategi brand dalam menjawab kebutuhan personal, keluarga, hingga korporasi selama bulan suci.
Inisiatif ini menegaskan komitmen Paris Baguette Indonesia dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam inovasi produk. Sekaligus memperkuat posisinya sebagai bakery café global yang adaptif terhadap budaya setempat.