Penembakan Pekalongan – Peristiwa penembakan yang menyasar seorang tokoh masyarakat terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 15 Februari 2026. Insiden ini menimpa Amat Muzakhim, pria berusia 56 tahun, saat dirinya tengah berada di teras rumah. Kejadian tersebut menggegerkan warga sekitar karena berlangsung di lingkungan permukiman yang sebelumnya di kenal aman dan kondusif.

Penembakan terjadi sekitar pukul 21.10 WIB di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni. Saat itu, Amat sedang duduk santai di teras rumah sambil menerima beberapa tamu yang baru saja datang. Salah satu tamu yang hadir di ketahui merupakan kepala desa setempat. Situasi awal berlangsung normal tanpa tanda-tanda mencurigakan.

Detik-Detik Kejadian di Teras Rumah

Sebelum insiden berlangsung, Amat Muzakhim baru tiba di kediamannya sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah beristirahat sejenak, ia memilih untuk berbincang dengan para tamu di teras rumah. Aktivitas tersebut merupakan kebiasaan sehari-hari, mengingat Amat di kenal sebagai sosok yang terbuka dan aktif bersosialisasi dengan masyarakat.

Tak berselang lama, sebuah sepeda motor tiba-tiba berhenti di depan rumah. Pengendara motor tersebut di ketahui hanya seorang diri. Ia mengenakan helm serta masker yang menutupi sebagian besar wajahnya, sehingga sulit di kenali. Posisi motor menghadap langsung ke arah teras rumah, tempat Amat dan tamu-tamunya duduk.

Tanpa banyak gerakan, pelaku secara tiba-tiba mengarahkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah Amat. Beruntung, tembakan tersebut tidak mengenai sasaran dan meleset. Meski demikian, aksi tersebut membuat suasana berubah menjadi panik dan mencekam.

Penembakan Pekalongan

Rekaman CCTV pengendara motor menembak Amat.

Ciri-Ciri Pelaku Penembakan

Berdasarkan keterangan korban, pelaku memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan postur tubuh sedang. Ia mengendarai sepeda motor jenis Vario berwarna hitam. Yang mencurigakan, pelat nomor kendaraan tersebut di tutup menggunakan kantong plastik berwarna hitam, seolah sengaja untuk menghindari identifikasi.

Jarak antara pelaku dan korban di perkirakan sekitar 10 meter saat tembakan di lepaskan. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi, meninggalkan lokasi kejadian sebelum warga sempat bereaksi lebih jauh.

Upaya Korban dan Respons Awal

Usai penembakan, Amat sempat berniat untuk mengejar pelaku. Namun, niat tersebut segera di urungkan setelah mempertimbangkan risiko keselamatan. Korban menyadari bahwa dirinya tidak membawa alat apa pun, sementara pelaku masih memegang senjata api yang berpotensi membahayakan nyawa.

Situasi di lokasi kemudian di amankan, dan korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tidak lama berselang, aparat kepolisian mendatangi rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Penanganan Polisi dan Barang Bukti

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi kejadian. Beberapa barang bukti berhasil di amankan, termasuk proyektil peluru yang di temukan setelah proses identifikasi awal di lakukan. Selain itu, rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi juga turut di amankan untuk kepentingan penyelidikan.

Korban menyatakan telah menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat berwenang. Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi penembakan tersebut.

Dugaan Motif dan Latar Belakang Korban

Hingga saat ini, motif penembakan masih belum di ketahui secara pasti. Korban mengaku tidak memiliki konflik pribadi maupun permasalahan dengan pihak mana pun. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Amat Muzakhim di ketahui aktif mendampingi sebuah kasus dugaan penculikan yang melibatkan seorang pedagang martabak dan masih di tangani oleh kepolisian daerah Jawa Tengah.

Meski demikian, korban belum dapat memastikan apakah aktivitas tersebut memiliki keterkaitan dengan insiden penembakan yang di alaminya. Semua kemungkinan masih terbuka dan menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Penutup

Kasus penembakan terhadap Amat Muzakhim menjadi perhatian serius masyarakat Pekalongan. Kejadian ini tidak hanya menyangkut keselamatan individu, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan lingkungan. Dengan pengamanan lokasi, pengumpulan barang bukti, serta analisis rekaman CCTV, di harapkan pihak kepolisian dapat segera mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.